PADANG, METRO – Pemerintah Kota Padang akan menggelar perhelatan Padang Economic Conference (PEC) 2019 di salah satu hotel di Kota Padang 14 Maret mendatang. Konferensi yang mengangkat tema “The Future of Padang 2025”. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dini yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang dalam mempersiapkan roadmap ekonomi jangka panjang.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rudy Rinaldy mengatakan, tujuan dari konferensi media penyampaian hasil riset tentang peluang bisnis, pandangan para ahli tentang kebijakan ekonomi Kota Padang, testimoni para pelaku usaha, dan sebagai sarana perumusan kebijakan sektor ekonomi Kota Padang jangka menengah hingga jangka Panjang.
“PEC 2019 diharapkan tak hanya jadi solusi untuk Kota Padang, melainkan juga menginspirasi kemajuan di wilayah regional dan nasional,” katanya di Media Center Diskominfo Kota Padang, Rabu (27/3).
Ia mengatakan, konferensi ini akan menghadirkan narasumber yang di antaranya para tokoh dari instansi, yakni Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Kominfo RI, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian PUPR, Badan Ekonomi Kreatif, Bank Indonesia. PEC 2019 juga akan mengundang pembicara dari kalangan akademisi dari perguruan tinggi serta pengusaha nasional dan lokal seperti, PT Indospec, APBI, Jababeka.
Tidak hanya melibatkan pemangku kepentingan dan para ahli, sambung Rudy, PEC 2019 juga melibatkan para milenial untuk urun rembuk dalam membangun kota Padang.
“Paper Innovation Contest adalah rangkaian PEC 2019 yang khusus menargetkan mahasiswa se-Sumatra Barat. Kontribusi mereka diharapkan dapat memberikan masukan gagasan dan kritikan terkait pariwisata, kebencanaan, smart city, ekonomi kreatif dan transportasi Kota Padang untuk lebih baik,” katanya
Ia mengatakan saat ini sektor pendapatan Padang sangat bergantung pada tiga sektor, yakni perdagangan, jasa dan transportasi. Padahal, menurutnya, sebenarnya terdapat 17 sektor yang saat ini menjadi sumber pemasukan.
“Tiga sektor ini menyumbang 46 persen, sisanya tersebar di 14 sektor lain. Nah, inilah yang akan dicari solusinya nanti,” ujarnya.
Event ini, sambyngnya, juga diharapkan dapat memberikan arahan terutama terkait dengan posisi Kota Padang sebagai bagian penting dari organisasi Indian Ocean Rims Association (IORA), dan Kota Padang sebagai Ketua Indian Ocean Local Government Forum (IOLGF) di Indonesia. (tin)





