METRO SUMBAR

KKP Bantu Pembudidaya Terdampak Banjir Bandang di Sumbar

0
×

KKP Bantu Pembudidaya Terdampak Banjir Bandang di Sumbar

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BANTUAN—Asisten Khusus Menteri KP Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, menyerahkan bantuan uang tunai kepada pembudidaya, serta paket sembako, selimut, dan susu kepada korban banjir bandang di IV Koto, Kabupaten Agam, Sumbar, Rabu (22/5).

PADANG, METRO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan uang tu­nai masing-masing Rp1 juta untuk 254 pembudidaya yang usahanya terdampak bencana alam di Sumbar.

Tidak hanya bantuan dari KKP Bahkan, sebagai bentuk kepedulian terha­dap korban bencana, Menteri KP Trenggono merogoh Rp100 juta dari kantong pribadinya untuk membantu korban bencana.

Asisten Khusus Men­teri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto memaparkan, para pembudidaya yang dibantu tersebar di Padang Panjang, Padang Pariaman, Sijunjung, Agam dan Tanah Datar. Mereka merupakan pembudidaya ikan air ta­war seperti ikan nila, ikan mas, patin, hingga lele.

“Ini instruksi langsung Pak Menteri Trenggono untuk membantu para pem­budidaya yang usahanya terdampak banjir. Pak Menteri bahkan mendonasikan uang pribadinya Rp100 juta sebagai bentuk simpati,” ungkap Doni Ismanto saat memberikan bantuan di Poslap Banjir Bandang di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Rabu (22/5).

Baca Juga  BPK Perwakilan Sumbar, Periksa Belanja Daerah Kabupaten Pasbar

Para pembudidaya yang dibantu rata-rata mengalami kerugian cukup besar karena tambak-tambak yang mereka kelola tidak bisa digunakan lagi. Selain ikan yang dibudidaya hilang terbawa banjir, infrastruktur kolam budidaya juga rusak, bahkan sampai ada yang rata de­ngan tanah.

Doni menjelaskan, bantuan uang tunai sebagai bantuan jangka pendek. KKP masih akan memberikan bantuan jangka menengah untuk menghidupkan kembali usaha budidaya perikanan masya­rakat terdampak bencana alam di Sumbar. Bantuan jangka menengah meliputi perbaikan kolam-kolam budidaya, bantuan benih, hingga indukan.  “Insya Allah rehabilitasi dan revitalisasi bisa segera dilakukan karena ini kerusakannya cukup parah, sampai enggak terlihat kolamnya sudah rata dengan tanah,” beber Doni.

Total bantuan yang disalurkan KKP hampir Rp500 juta. Di mana Rp100 juta di antaranya berasal dari bantuan pribadi Menteri KP. Bantuan ini mencakup uang tunai untuk pembudidaya, serta paket sembako, selimut, dan susu.

Baca Juga  Manfaatkan Sertifikat Elektronik, Pemko Pa­dang Panjang Kerja Sama dengan BSSN

Salah seorang pembudidaya penerima bantuan, Epi, mengungkapkan harapannya agar rehabilitasi bisa segera dilakukan. Pa­salnya, kolam tanah ikan nila seluas 20×20 meter miliknya sudah rata dengan tanah. Infrastruktur pendukung seperti pagar ko­lam yang terbuat dari seng, juga hilang dari banjir.  “Terima kasih bantuannya Pak Menteri, KKP, Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk pe­mulihan usaha kami. Di tempat saya ada 13 pembudidaya yang kolamnya tidak bisa digunakan lagi,” aku warga Bukik Batabuah, Kabupaten Agam itu.  Hal senada juga disampaikan Wali Nagari Koto Tua IV Koto, Irvan Darwin. Bantuan dari KKP diharapkannya dapat mempercepat pemulihan dari kerusakan-kerusakan imbas banjir bandang pada 11 Mei lalu. “Kami mohon doanya juga, semoga proses pemulihan bisa segera selesai, dan masyarakat bisa berakti­vitas normal lagi,” ujar Irvan. (fan/rel)