PASA GADANG, METRO – Diduga menyalahi aturan, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang milik PT Sabang Marauke Persada yang berlokasi di Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (26/2). Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya penyalahgunaan izin perkantoran dan pool kendaraan, namun malah ditemukan tumpukan beras.
Tidak hanya soal perizinan, sidak Wako bersama Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Kesehatan itu juga menemukan tumpukan beras yang diklaim telah rusak. Disana tim menemukan aktivitas bongkar muat beras yang semestinya tidak boleh dilakukan. Begitu juga terhadap izin perkantoran yang dikeluarkan, namun terdapat penumpukan barang-barang seperti beras di area gudang.
Mahyeldi mengatakan, sidak ini dilakukan atas adanya laporan masyarakat yang mengeluh dengan aktivitas yang ada di dalam gudang yang mengakibatkan polusi udara seperti debu. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan adanya dugaan berbagai pelanggaran di gudang tersebut.
“Gudang akan kita periksa, dimana pelanggaran-pelanggarannya. Kemudian nanti akan kita standarkan dengan aturan yang ada. Mudah-mudahan hari ini selesai dan nanti jelas semua sesuatunya. Kami sudah punya dokumen setelah itu baru kita mobilasi barang-barang yang ada. Disana kita temukan beras yang sudah rusak,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi mengungkapkan, di gudang itu pihaknya menemukan beras Bulog di dalam kontainer dan beberapa karung di dalam truk yang terpakir. Truk tersebut juga bertulisan operasi pasar. Atas temuan itu, pihaknya mempertanyakan adanya barang Bulog di gudang tersebut yang jelas keluar dari izin yang dimiliki oleh perusahaan.
“Untuk selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel terhadap beras yang ada di gudang termasuk pimpinan dari perusahaan. Kita opname hari ini gudang ini, diperiksa, didata, apa saja kesalahannya dilihat dari aturan yang ada, dan setelah itu baru sanksi. Kita belum bisa memastikan apa sanksi karena masih menunggu hasil pemeriksaan,” ungkap Mahyeldi.
Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, apabila ditemukan adanya indikasi berimbas kepada hukum, akan ditindaklanjuti sesuai aturan hukum. Namun pihaknya tetap akan mengedepankan pembinaan terlebih dahulu yang tentunya melalui berbagai proses mulai dari pengecekan untuk memastikan apa kesalahannya.
“Diduga ini kan salah, maka diceck terlebih dahulu, apakah salah atau tidak. Apakah bisa dilakukan pembinaan atau tidak, kalau bisa ya dibina kalau tidak berimbas ke ranah hukum yang sesuai hukum. Soal truk bertulisan operasi pasar nanti kita koordinasikan dengan Bulog apakah itu benar beras Bulog atau tidak,” kata Endrizal.
Endrizal menambahkan, semua hasil sidak dan data-data lapangan akan dikumpulkan dan kemudian akan diolah. Untuk tindak lanjut usai sidak ini, pihaknya akan memanggil pihak perusahaan untuk dilakukan pemeriksaan dengan tujuan menjelaskan duduk perkara yang ada.
“Hari ini (kemarin red) kita periksa langsung pihak gudang. Kalau kita lakukan di gudang kan ada pro kontra. Makanya kita lalukan pemeriksaan di kantor saja. Kita juga akan cek perizinan dari gudang beras itu apakah legal atau tidak,” ungkap Endrizal.
Legal Hukum PT Sabang Marauke Persada, Yohanas Permana, menyayangkan sidak yang dilakukan Pemko Padang yang tidak diberitahu dengan surat teguran sebelumnya. Menurutnya, sampai sekarang surat teguran itu tidak pernah diterima.
“Apabila memang kita salah, tentu harus ada teguran dulu, dan kesalahanya seperti apa. Itu yang tidak saya dapatkan dan makanya saya kecewakan itu. Terkait adanya beras Bulog di tempat kami, itu memang karena kami kerja sama dengan Bulog,” kata Yohanas.
Yohanas mengakui, sidak imbas dari komplen masyarakat setempat yang merasa resah dengan aktivitas di gudang. Surat keluhan itu ditandatangani oleh seluruh masyarakat yang ada di sekitar gudang.
“Katanya menganggu suasana masyarakat, mushalla, kalau kami salah ya tegurlah kami. Tempat kita ini kantor-kantor yang dikomersilkan, ada izin perdagangan makanya kami juga berjualan. Disini juga ada pool mobil, cuma memang hari ini sedang tidak berisi,” pungkasnya. (rgr)





