AGAM/BUKITTINGGI

Banjir Lahar Dingin Rusak Ratusan Hektare Lahan Pertanian

2
×

Banjir Lahar Dingin Rusak Ratusan Hektare Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
TINJAU AREAL PERTANIAN— Bupati Agam Andri Warman saat meninjau dampak banjir lahar dingin yang merusak areal pertanian masyarakat.

AGAM, METRO–Ratusan hektare areal pertanian masyarakat me­ngalami kerusakan akibat material banjir lahar dingin yang menerjang Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.

Akibatnya, butuh waktu lama untuk pemulihan areal pertanian yang tertimbun material lumpur dan bebatuan.

Informasi ini dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Agam, Ir Arif Restu pada Sabtu (18/5). Pihaknya mencatat sebanyak 323,65 hektare areal pertanian terdampak bencana banjir.

“303,85 hektare areal tanaman pangan dan 19,8 hektare areal holtikultura,” sebutnya.

Jumlah ini katanya lagi berada di 10 kecamatan. Pihaknya merinci, areal pertanian yang rusak di Kecamatan Canduang mecapai 28,5 hektare, Ampek Angkek 97 hektare.

Sementara Sungaipua 26 hektare areal tanaman pangan dan 14 hektare arel holtikultura. Kecamatan Baso sebanyak 23 hektare, Banuhampu 15,75 hektare areal tanaman pangan dan 4,75 areal holtikultura.

Kemudian di IV Koto sebanyak 5,35 hektare areal tanaman pangan dan 0,85 hektare areal holtikultura. Kamang Magek sebanyak 75 hektare, Tilatang Kamang 1,75 hektare, Palupuh 31 hektare.

Terakhir di Malalak areal tanaman pangan yang terdampak sebanyak 0,5 hektare dan 0,20 hektare areal holtikultura.

Arief menyebut, jumlah tersebut menimbulkan kerugian masyarakat sebesar Rp17,5 milyar lebih. Kerugian ini telah dilaporkan untuk dikaji langkah rehabilitasi.

“Karena material lumpur menyapu areal ini sehingga sehingga lahan tidak bisa dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu dekat,”pungkasnya. (pry)