METRO SUMBAR

Masih Trauma Berat, Warga Jorong Panti Pilih Pondok untuk  Mengungsi

0
×

Masih Trauma Berat, Warga Jorong Panti Pilih Pondok untuk  Mengungsi

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BANTUAN— Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Padang Mayor Marinir Denny Aprianto Putro, M. Tr. Opsla, serahkan bantuan pada warga yang mengungsi di pondok-pondok.

TANAHDATAR, METRO–Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M. didampi­ngi Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pang­kalan (Danyonmarhanlan) Padang Mayor Marinir Denny Aprianto Putro, M. Tr. Opsla, Kabag Prokopim Dedi Tri Widono, S. STP. Camat Rambatan Roza Melfita dan Wali Nagari Rambatan, Sabtu (18/5) mengunjungi warga Jorong Panti Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa hari lalu.

Setidaknya pada ke­sempatan itu, ada beberapa titik pengungsian warga sempat didatangi langsung oleh Bupati bersama rombongannya. Rata-rata warga yang mengungsi mengaku masih trauma akibat banjir bandang dan tanah longsor beberapa hari lalu, namun uniknya mereka mengungsi di pondok-pondok yang berada tidak jauh dari lokasi rumahnya.

Rata-rata mereka tidak mau mengungsi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah nagari dan kecamatan dengan alasan agar tetap bisa mengawasi dan menjaga hewan ternaknya.  Dalam satu pondok ada yang diisi oleh 3 sampai 5 keluarga, namun kendalanya di pondok yang mereka tempati tidak ada aliran listrik, sehingga saat malam tiba mereka terpaksa tidur tanpa adanya pe­nerangan sama sekali.

Baca Juga  Anggota DPRD Sumbar Ginno Irwan Jemput Aspirasi Guru dan Siswa di 3 Sekolah

Mengetahui hal itu, Bupati Eka Putra saat berada di lokasi langsung meme­rintahkan jajarannya untuk mengirimkan genset sebagai alat penerangan sementara bagi warga yang mengungsi. Selain itu, bantuan berupa sembako dan selimut juga diberikan untuk para pengungsi. “Saat ini Saya bersama rombo­ngan sedang berada di tempat pengungsian warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Jorong Panti. Unik disini, mereka membuat pondok-pondok sendiri untuk mengungsi dan mereka tidak mau diajak ke tempat pengungsian yang sudah disediakan di kantor Wali Nagari setempat,” ujar Bupati.

Bupati Eka Putra me­nyampaikan, total pengungsi di Jorong Panti berjumlah 154 orang dan semuanya telah diberikan bantuan logistik untuk me­reka selama berada di pengungsian.  “Untuk kebutuhan pengungsi kita drop ke kecamatan, setelah itu dari kecamatan baru disalurkan langsung kepada warga kita yang mengungsi melalui Wali Nagari. Yang pasti kebutuhan bahan po­koknya kita penuhi, seperti beras, Indomie, telur, air minum dan yang lainnya. Yang penting warga kami nyaman dan bisa menghilangkan dari trauma yang mereka alami saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Wako Diwawancarai Puluhan Siswa SMA

Lebih jauh, Bupati Eka Putra juga mengatakan rata-rata pengungsi yang ditemuinya mengalami trauma, sehingga mereka belum mau kembali ke rumah masing-masing walaupun saat ini rumah me­reka saat ini sudah dibersihkan.  “Rata-rata yang Saya temui disini mereka mengalami trauma, jadi upaya kita besok akan datangkan langsung tim trauma healing dari kepolisian untuk membantu mereka menghilangkan trauma­nya,” tukasnya.  Dikesempatan itu, Bupati dan rombongan juga sempat me­ngunjungi salah satu korban hanyut yang selamat dan beberapa korban yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang. (ant)