PADANG, METRO -p Kepala Dinas Pemdidikan (Kadisdik) Sumbar Burhasman mengungkapkan, pengawas sekolah dan guru merupakan ASN negara, maka diminta kepada ASN jangan pernah terlibat politik praktis Misalnya, meberikan kesempatan kepada orang memasang spanduk di depan rumah. Hal ini bisa membahayakan posisi guru sebagai ASN.
“Untuk diketahui jika trrliabat politik maka sanksinya diberhentikan dari posisi sebagai ASN. Maka sebagaimana ASN ada aturan yang harus dipatuhi. Maka dituntut kepada ASN agar memahami aturan tersebut agar tidak tersandung dari kegiatan alek pesta demokrasi,” ujar Burhasman Bur saat melantik pemgwas sekolah dsn guru pertama di lingkungan Disdik Sumbar, Selasa (26/2).
Belasan guru dan empat pengawas dilantik Kadisdik Sumbar Burhasman Bur. Diharapkan Burhasman, kepada pengawas dan belasan guru yang dilantik agar menjaga integritas dan tidak menyalahkan kwewnagan sebagai pengawas dan pendidik.
Kemudisn sebagai guru jangan dituntut terus menerus untuk belajar membaca dan kreatif. Untuk seorang guru harus selalu maabdate semua pengetahuan. Apalagi pada era sekarang muda sekali untuk mendapatkan uupdate ilmu masing masing masing dengan mengakses Internet Tinggal mengunggah di Android maupun lapttop guru bisa memperbaharui pengetahuan setiap hari.
”Anak anak Indonesia saat pemakai ientenet terbesar di Dunia. Maka guru harus lebih pintar dari anak anak, “ujar Burhasman.
Ditambahkan Burhasman, selain meningkatkan ilmu pengetahuan setiap hari kemudian guru juga dituntut memiliki fisik yang kuat. Maka tugas seorang guru itu cukup berat sekarang kemudian pada masa mendatang. Maka tidak eranya lagi guru memberikan tugas kepada murid lalu murid ditinggalkan.
Intinya kehidupan di masa mendatang kehidupan lebih buas di belantara hutan Maka seekor rusa harus bisa lebih kencang dari singa sekalian. Kemudian sebaliknya untuk singa bisa bertahan hidup, maka ketika bangun tidur singa harus bisa belsari lebih kencang dari rusa. (boy)





