BERITA UTAMA

Doakan Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Marapi, Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Sumbar Shalat Gaib

0
×

Doakan Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Marapi, Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Sumbar Shalat Gaib

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai wartawan terkait perkembangan bencana banjir bandang.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatra Ba­rat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengajak ma­syarakat menyelenggarakan shalat gaib untuk mendoakan korban bencana banjir bandang bercampur lahar dingin Gunung Marapi yang meninggal dunia dan yang belum ditemukan hingga hari ini.

Mahyeldi menyebut, shalat gaib berjamaah yang dilaksanakan di mas­jid dan mushala masing-masing merupakan bentuk empati masyarakat kepada para korban bencana banjir bandang.

“Sebagai bentuk ke­pedulian dan empati kita terhadap para korban, sa­ya mengajak seluruh ma­syarakat Sumbar untuk shalat gaib berjamaah di seluruh masjid atau mushola di Sumbar. Duka ini adalah duka kita semua, duka ranah minang,” kata Mah­yeldi, Senin (13/5).

Bagi pegawai Pemprov Sumbar, kata Mahyeldi, shalat gaib akan diselenggarakan di Masjid Baitul Auliya Kantor Gubernur selepas shalat zhuhur.

Selain itu, Mahyeldi juga menyampaikan data perkembangan terbaru dampak bencana banjir bandang yang melanda empat daerah di Sumbar. Dilaporkannya, berdasarkan rekap data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar per hari Senin (13/5), diketahui jumlah korban jiwa bertambah menjadi 44 orang dan korban hilang sebanyak 15 orang.

“Sedangkan untuk total masyarakat terdampak berjumlah sebanyak 2.238 orang. elain itu, juga terdapat 269 unit rumah  rusak dari total 302 unit rumah masyarakat yang terdampak,” jelas Mahyeldi.

Sedangkan untuk fasilitas umum, dikatakannya ada sebanyak 3 unit sarana pendidikan, 1 unit sarana kesehatan, dan 9 tempat ibadah rusak akibat bencana banjir bandang tersebut.

“Kemudian BPBD juga mencatat ada 1 unit kantor dan 2 unit kios warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang ini,” kata Mahyeldi.

Kemudian ia juga menyampaikan, bahwa terdapat 17 saluran irigasi, 1 bidang penguat tebing sungai yang rusak, kemudian juga tercatat 9 buah jembatan perlintasan masya­rakat putus serta juga ada lebih kurang 120 meter jalan yang terban.

Sedangkan dampak un­tuk lahan pertanian dan hewan ternak masyarakat, dikatakannya sebanyak 12 ekor hewan ternak warga mati, serta 150 hektar lahan pertanian masyarakat terdampak.

“Sekali lagi semua data tersebut masih bersifat sementara, nanti akan kita update secara berkala,” tegas Mahyeldi. (rel/fan)