PESSEL METRO–Semangat anak – anak di kampung Lubuak Bangka Lubuak Nyiur, Nagari IV Koto Mudiak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menuju sekolah patut mendapatkan apresiasi.
Pertarukan keselamatan, anak – anak di kampung tersebut menyeberangi sungai menggunakan rakit kayu terbuat dari drum. Yang mengandalkan tali slink diikat dari ujung ke ujung seberang sungai.
Kondisi disebabkan putusanya akses jembatan gantung akibat banjir yang terjadi pada tanggal 7 Maret 2024 yang lalu. Ada kurang lebih 25 kepala keluarga di wilayah tersebut mengandalkan rakit buatan untuk kegiatan sehari – hari.
Terkait putus nya jembatan gantung tersebut dibenarkan Sekretaris Nagari
Lubuak Nyiur, Nagari IV Koto Mudiak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, YUMI ADI PUTRA, S.PdI, Im. Malin Sati saat dihubungi Posmetro. Senin (13/5/2024).
Disampaikan, dibuat nya rakit terbuat dari drum dan kayu ini atas kesepakatan pihak nagari, warga dan tokoh masyarakat. Agar kegiatan masyarakat bisa berjalan.
” Akibat jembatan putus karena peristiwa banjir tanggal 07 Maret 2024,. Karena ini jalan utama dan penting untuk mengakut hasil perkebunan, dan aktifitas anak – anak menuju sekolah. Maka kita bersama warga di bantu perantau Lubuk Nyiur ada di Padang kita buat rakit,” tegas YUMI ADI PUTRA, S.PdI, Im. Malin Sati.
Lebih lanjut ia menegaskan, ada sedikitnya 25 kepala keluarga berada diseberang sungai. Dan, ada kurang lebih 40 orang pelajar di seberang sungai setiap hari nya pulang balik ke sekolah memanfaatkan rakit ini.
Namun begitu perasaan was – was pun masih menghantui warga dan orang tua anak – anak, saat hujan kembali turun dsm mengakibatkan banjir. Ini, yang membuat warga cemas. Karena, rakit tersebut tidak bisa digunakan.
” Rakit alasnya terbuat dari drum, alasnya dari kayu. Dan ditarik mengunaka slink dari kabel listrik dibentang sepanjang 100 meter dari ujung ke ujung,. Semua dilakukan secara swadaya masyarakat, bersama nagari dan bantuan perantau, ” katanya.
Sejauh ini pihak nagari telah memasukan proposal ke pemerintah daerah, Pesisir Selatan melalui dinas PUPR namun masih menunggu. Bahkan, proposal pun juga telah disampaikan ke pemerintah provinsi Sumbar.
Bahkan, pihak dari Kementerian pusat juga telah turun kelosi melihat kondisi jembatan gantung. Dan akan segera membangun,namun hingga sampai ini belum juga.
” Warga sangat jembatan gantung. Agar. Kegiatan masyarakat bisa berjalan optimal,” sampai nya.( Rio)






