PADANG, METRO – Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, tenaga pengajar baik itu dosen maupun guru harus meng-upgrade kompetensi dalam menghadapi era Pendidikan 4.0. Peserta didik yang dihadapi guru dan dosen saat ini merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital.
Kepala UPT. E-Learning UPI YPTK Padang, Agung Ramadhanu, S.Kom, MTA mengatakan, peserta didik sudah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi industri 4.0. Ini menunjukkan bahwa produk sekolah ataupun perguruan tinggi yang diluluskan harus mampu menjawab tantangan industri 4.0. Banyak faktor yang mempengaruhi manifestasi persiapan pendidikan globalisasi 4.0. diantaranya dengan adanya konvergensi akselerasi dan generalisasi e-learning.
Konvergensi e-learning, menurutnya, merupakan perpaduan tatap muka dan sistem online yang dilakukan oleh siswa dan guru/dosennya. Dengan adanya perpaduan elearning diharapkan siswa lebih bisa memahami materi yang diberikan dan menjadi siswa yang memiliki pola pikir yang berkualiatas.
“Era pendidikan 4.0 merupakan tantangan yang sangat berat dihadapi oleh tenaga pengajar, Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, maka beberapa tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Komputer UPI YPTK Padang ini.
Pendidikan dan pembelajaran yang sarat dengan muatan pengetahuan, menurut Agung, mengenyampingkan muatan sikap dan keterampilan. Sebagaimana saat ini terimplementasi akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin.
“Oleh karena itu perlu adanya peran pendidik yang memahami perkembangan era 4.0 ini. Sistem pembelajaran dengan model e-learning, diyakini dapat membantu mempercepat proses pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan,” harapnya.
Percepatan dalam istilahnya akselerasi learning sebagai cara untuk menciptakan aktivitas belajar menjadi sebuah proses menyenangkan. Untuk menyongsong pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman, dibutuhkan kompetensi yang mampu mengimbangi kehadiran perkembangan teknologi dalam era Pendidikan 4.0.
“Kompetensi salah satu proyeksi kebutuhan abad 21,” ujarnya. (rel/fan)





