PADANG,METRO— Kasubdit I Direktorat Intelkam Polda Sumbar AKBP Zulkafde berharap media mengambil peran dalam memasifkan Pilkada 27 November 2024.
“Pilkada beda dengan Pemilu, potensi sangat rawan, aparat keamanan sudah memetakan potensi kerawanan itu, target jelang sampai penetapan kepala daerah terpilih tekad kami Kamtibmas harus utama,”ujar AKBP Zulkafde, Jumat (3/5) di Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Basko Padang.
Pada Pemilu Legislatif, Zulkafde mengakui kondisi Sumbar sangat kondusif.
“Selain kerja terukur Polri dan TNI, juga peran media di Sumbar yang memberikan pemberitaan ke masyarakat tanpa tendensius dan provokatif, “ujar AKBP Zulkafde.
FGD digelar bertajuk Peran Awak Media dalam Mensukseskan Pilkada Serentak 2024 menghadirkan dua narasumber yaitu Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie dan Ketua FWP Sumbar Novrianto, dengan moderator Ipda Aldi Putra.
Novrianto menekankan di FGD ini, objektivitas awak media harga mati. “Media benar dan baik tidak akan cawe-cawe pada Pilkada terkait pemberitaan tidak berlandaskan kaidah jurnalistik. Tak ada media di Sumbar yang karena berita nya membuat sibuk AKBP Zulkafde,” ujar Novrianto.
Firdaus Abie pada paparannya menekankan,harus ada pagar api antara awak media massa dengan media sosial, jangan dicampur aduk.
“Media massa memiliki UU 40 tahun 1999 tentang Pers, tugas dan rambu-rambunya tegas. Berita harus berimbang dan memenuhi kaidah jurnalistik, ada kode etik jurnalistik yang dipatuhi semua awak media massa, beda dengan pegiat media sosial, tak ada kode etik tentang informasi di media sosial,”ujar Firdaus Abie.
Peran media massa kata Firdaus Abie, untuk sukseskan Pilkada jelas tetap di garis tengah tidak berpihak dan mengedepankan pemberitaan sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
“Kalau media sosial,yang harus dipatuhinya UU Informasi Transaksi Elektronik,” ujar Firdaus Abie. (*/hsb))






