AGAM, METRO–Kabupaten Agam memberangkatkan 431 Calon Jemaah Haji (CJH) untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Berdasarkan jumlah itu, Kabupaten Agam derah kedua terbanyak setelah Kota Padang, yang memberangkatkan jemaah haji di Provinsi Sumatera Barat.
“Kita bangga setiap tahun Agam memberangkatkan jemaah haji tidak kurang 400 orang,” ujar Bupati Agam, Dr H Andri Warman saat melepas keberangkatan calon jemaah haji 1445 Hijriah, di Ponpes Sumatera Thawalib Parabek
Dikatakan, CJH Agam yang diberangkatkan setiap tahun merupakan indikator terwujudnya program pembinaan dan pembangunan keagamaan di daerah itu.
“Meningkatnya jumlah CJH yang berangkat ke tanah suci, juga menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Agam,” sebutnya.
Ditambahkan, selain menunaikan rukun Islam kelima, keberangkatan CJH secara tidak langsung membawa nama baik daerah dan bangsa.
“Untuk itu kita berharap selalu mentaati peraturan yang ada, tertib dan khidmat dalam melaksanakan tuntunan ibadah. Sehingga dapat melaksanakan rangkaian pelaksanaan ibadah haji dengan baik, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” kata Andri Warman.
Sementara itu, Kakan Kemenag Agam, Dr Thomas Febria mengatakan, kini baru pelepasan CJH untuk pemberangkatan ke Asrama Haji Padang 12 Mei mendatang, esoknya langsung penerbangan ke Mekkah.
Sebelumnya, CJH ini sudah diberikan beberapa kali bimbingan pelaksanaan ibadah haji, 8 kali tingkat kecamatan dan 2 kabupaten.
“Pemberangkatan CJH terbagi 2 kloter yaitu kloter 2 full dan kloter 17 bergabung dengan daerah lain. Untuk pendamping dan petugas haji diutus 7 orang,” sebutnya.
Dikatakan oleh Thomas Febria, dari 431 Calon Jemaah Haji (CJH) berangkat tahun ini, tercatat yang termuda berusia 19 tahun dan tertua 88 tahun.
“Untuk CJH termuda yaitu Aisyah Chairani Harnedi warga Kecamatan Banuhampu dan tertua Nursima dari IV Koto. Tentu mereka sudah mendaftar dan antri sejak beberapa tahun lalu, yang tahun ini baru mendapat giliran untuk berangkat haji,” katanya.
Ditambahkan oleh Thomas Febria, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam mencatat daftar tunggu haji di daerah itu sampai 18 tahun. “Untuk pendaftar hingga kini tercatat mencapai 4 ribu lebih,” ujar Thomas Febria.
Dikatakan, pendaftaran haji dibuka setiap tahun dengan rata-rata pendaftar 750 orang. “Jika mendaftar tahun ini, pemberangkatannya bisa 20 tahun ke depan. Ini mengingat kuota haji setiap tahunnya yang terbatas,” katanya. (pry)





