PESSEL METRO–Bangga, kecewa dan kesal bercampur aduk saat pecinta bola di Painan, menyaksikan pertandingan semifinal Pahlawan Garuda Muda Timnas Indonesia berlaga Piala AFC U -23.
Nobar di gelar dibeberapa titik di kota Painan, seperti di layar besar video tron Dinas Kominfo Pemda Pessel ( taman spora painan), Posko Satria ( Simpang Satria), rumah kopi belakang kantor pos Painan, Rumah Bakso Rudal ( Samping Hotel Andini Painan) dan Loca Dexa Food Beverage dan Billiard ( jalan Dr. Hamka no 234 Painan ( depan hotel Andini).
Selain itu nobar juga digelar di Mapolres Pessel dan jajaran Polsek – Polsek.
Pecah dukungan para pecinta sepak bola Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Saat Garuda muda U-23 Timnas Indonesia melawan Uzbekistan.
Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar bersama kepala OPD nonton bareng bersama warga Painan sekitarnya.
Ratusan warga Painan tumpah ruah di taman spora Painan, mengikuti nobar diadakan Pemkab Pessel.
Berbagai tanggapan bermunculan usai Garuda Muda Timnas Indonesia U -23 melawan Uzbekistan U -23, dimana timnas Indonesia kalah dengan skor 0-2.
” Kecewa ya kecewa dengan kepemimpinan wasit, pelanggaran yang seharusnya tidak kartu merah, malah kartu merah,” ucap pada Posmetro Udin.
Hal sama juga diungkapkan penonton lainya, Yayan. Yang mengkritisi gol timnas Indonesia U -23 dianulir wasit setelah berkonsultasi dengan assitant Refree (VAR).
Menurut Yayan, padahal jelas – jelas pemain depan timnas Indonesi U -23 berdiri di depan pemain Uzbekistan U-23, dan tidak melakukan gerakan. Dan, ada dua pemain lawan berdiri sejajar.
” Cukup kecewa, tapi saya bangga dengan perjuangan Garuda Muda Indonesia U -23, Bravo timnas Indonesia U-23,” pekik Yayan dengan penuh semangat.
Pantuan posmetro di beberapa lokasi nobar di Painan, pecinta bola di Painan ada yang membawa bendera merah putih serta tali pitah merah putih diikat di kepala. Ini sebagai bentuk dukungan pada timnas Indonesia U -23 . ( Rio)






