METRO SUMBAR

Mahyeldi Tegaskan Penyempurnaan Nama Masjid Raya, Wujud Penghargaan atas Jasa Besar Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

0
×

Mahyeldi Tegaskan Penyempurnaan Nama Masjid Raya, Wujud Penghargaan atas Jasa Besar Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menekankan bahwa keputusan me­nyem­purnakan nama Mas­jid Raya Sumatera Barat menjadi ‘Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Provinsi Sumatera Barat’ adalah wujud penghargaan atas jasa Syekh Ahmad Khatib selaku ulama dan Imam Besar Masjidil Haram, yang juga tempat berguru bagi banyak ulama besar asal Sumbar dan bahkan ulama Nusantara.

Hal itu disampaikan Gu­bernur di sela peresmian Pondok Pesantren Mo­dern Al-Bukhari di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Oleh karena itu, Gubernur menampik anggapan sebagian pihak, yang menilai penyempurnaan nama Masjid Raya hanya bermotif pada kepentingan peluang investasi dan kerja sama dengan Timur Te­ngah.

“Tujuan utama kita me­nyempurnakan nama Mas­jid Raya tentu saja wujud penghargaan kita terha­dap jasa besar Syekh Ahmad Khatib. Bayangkan, betapa bangganya kita, beliau Ulama Besar asal Ranah Minang yang pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram. Lalu, beliau adalah guru dari u­lama-ulama di Ranah Minang, bahkan guru bagi u­lama-ulama besar Nusan­tara. Tentu penghargaan ini sudah selayaknya kita sematkan,” ujar Gubernur.

Baca Juga  Waqaf Tahfizh Quran di SDN 23 Cubadak, 18 Ribu Generasi Muda Tanahdatar sudah Hafal 1 Juz

Selaku Ulama dan I­mam Besar Masjidil Ha­ram, sambung Gubernur, Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah ikut mendidik para ulama besar seperti ulama pendiri NU, KH Hasyim Ashari; ulama pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan; ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Syekh Sulaiman Ar Rasuli (Inyiak Canduang), dan banyak u­lama lain di generasi yang sama, yang kemudian juga menjadi guru bagi ulama-ulama besar dari generasi setelahnya.

“Dari hal ini kita dapat memastikan, bahwa jasa Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi begitu besar bagi bangsa ini, terutama sekali dalam mencerdaskan kehidupan bergama, berbangsa, dan bernegara kita,” ucap Gubernur lagi.

Di samping itu, Gubernur Mahyeldi juga mengemukakan beberapa alasan lain di balik keputusan me­nyempurnakan nama bagi masjid kebanggaan ma­syarakat Sumbar tersebut. Di antaranya ialah mewujudkan apa yang telah di­rencanakan juga oleh Gubernur Sumbar sebelum­nya, merangsang generasi muda Sumbar agar te­rinspirasi pada sosok Syekh Ahmad Khatib Al Minang­kabawi, serta kemudian baru tujuan eko­nomi dalam bentuk rencana kerja sama dan investasi dengan Timur Tengah.

Baca Juga  Meski Disabilitas Mental, Nina Mampu Produktif

“Jadi saya tekankan, alasan ekonomi itu alasan terakhir kalau hendak diurutkan. Sebab patut dike­tahui juga, bahwa rencana penggunaan nama Syekh Ahmad Khatib sudah diusulkan sejak zaman Gubernur Sumbar sebelum­nya, Bapak Gamawan Fau­zi. Namun saat itu belum direspons secara jelas oleh ahli waris keluarga Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sendiri,” ucap Gubernur lagi.

Oleh sebab itu, Gubernur berharap seluruh pihak dapat mendukung dan melihat keputusan penyempurnaan nama mas­jid raya tersebut dari sudut pandang yang lebih jernih. Direncanakan, pe­nyempurnaan nama itu sendiri akan diresmikan pada tanggal 8 Juli 2024 mendatang, atau bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah.

“Kita sudah bertemu dengan ahli waris keluarga besar Syekh Ahmad Kha­tib di Saudi awal April lalu. Izin sudah kita peroleh. Informasinya, sekitar 50 o­rang anggota keluarga besar Syekh Ahmad Khatib dari berbagai latar belakang pekerjaan, akan ikut hadir di Sumbar saat pe­resmian tanggal 8 Juli nanti,” ucap Gubernur menu­tup. (fan)