PESSEL METRO–Berkahirnya massa perpanjangan tanggap darurat tahap II tanggal 4 April 2024, Pemerintah Daerah, Pesisir Selatan melanjutkan penanganan pasca tanggap darurat bencana di Pesisir Selatan, melalui massa transisi tanggap darurat bencana
Hal itu disampaikan Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, melalui Sekda Pessel Mawardi Roska, pada jumpa pers dalam rangka paparan evaluasi tanggap darurat,
persiapan menghadapi Idul Fitri dan libur lebaran, dari bidang Kesehatan, Pendidikan dan Pekerjaan Umum. Dan, beberapa hal penting lainya.Jumat (5/4/2024) ruang rapat bupati.
Jumpa pers pagi itu dihadiri, Kepala Dinas Komfimfo, Kepala BPBD Pessel, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas PUPR, serta Dinas Pol PP dan Damkar Pessel.
Diawali dengan penyampaian Sekda Pessel Mawardi Roska, memaparkan secara global beberapa kegiatan telah dilakukan pemkab Pesisir Selatan melalui OPD terkait selama massa tanggap darurat tahap I hingga massa tanggap darurat tahap ke II.
Untuk relokasi warga, pemkab Pessel juga telah menyiapkan lokasi relokasi warga, termasuk juga dalam panyaluran bantuan – bantuan sosial dari beberapa pihak, dan pemerintah daerah, Pesisir Selatan.
Sementara itu Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal menyampaikan paparan dihadapan Sekda dan sejumlah awak media bencana banjir dan longsor terjadi pada tanggal 7 April 2024, hingga massa tanggap darurat tahap I dan Tahap ke II.
Disampaikan Doni, ada 14 Kecamatan terdampak banjir dan longsor, dan 135 nagari terdampak banjir dan longsor. Untuk korban jiwa sebanyak 29 orang, 25 sudah ditemukan dan sisanya hingga saat ini dalam pencarian tim gabungan. Hingga pemkab Pessel pada tanggal 8 April 2024 mengeluarkan SK Tanggap Darurat di Kabupaten Pesisir Selatan.
Di massa tanggap darurat I, BPBD Pessel telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi Sumbar dalam penanganan bencana, pemkab Pessel bersama OPD terkair telah melakukan asesmen. Baik pencarian korban, evakuasi dan pendistribusian bantuan.
” Saat ini juga telah diterima data dari kecamatan kerusakan pasca bencana banjir dan longsor, salah satunya kerusakan rumah, baik rusak berat, ringan dan sedang,” ucap Kepala BPBD Pessel.
Lebih lanjut, Pemkab Pessel telah menyampaikan progres dan kerugian pasca bencana ke pemerintah pusat. Kedepan, pemkab Pessel akan tetap bekerja dalam pemulihan pasca bencana, melalui massa transisi tanggap darurat bencana di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Firdaus selama pelaksanaan massa tanggap darurat, Dinas Perikanan dan Pangan telah menyalurkan cadangan pangan Pemkab Pessel selama dua hari sebanyak 51 ton, Provinsi Sumbar 201 ton di salurkan di 5 kecamatan, CPP Bapenas sebanyak 168 ton disalurkan ke beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Bayang, dan Ranah Pesisir.
” Kita juga telah lakukan pemetaan di massa tanggap darurat. Untuk kerugian jika di estimasi mencapai kurang lebih 9 Miliar,” terang Firdaus.
Kasat Pol PP dan Damkar, melalui Sekretaris Kasat Pol PP dan Damkar Pessel Joni Eldo dalam paparanya telah melakukan pembersihan fasilitas umum, mulai tahap I tanggal 8 -22 April, tahap II 22 – 4 April 2024. Seperti, 4 unit kantor, 12 buah rumah ibadah, dan 24 sekolah.
Kepala Dinas Pertanian Mardianto, asesmen dilakukan dinas pertanian dalam hal lahan pertanian dan perkebunan terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pessel, yaitu 7.563 hektar. Baik tanaman padi, jagung dan sisanya perkebunan 27,25 hektar.
Plt.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Yusvianti memaparkan asesmen dan penanganan bencana pada dinas PUPR Pessel. Hasil asesmen terjadi kerusakan fisik lahan dan sungai, jalan, irigasi, jaringan air bersih lebih kurang 353 miliar.
” kita juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat bersama dengan BPBD Pessel dalam upaya cepat perbaikan infrastruktur yang rusak pasca bencana. Sekaligus, pemasangan pipa air bersih di sejumlah kecamatan yang rusak akibat bencana,” jelas Yusvianti.
Sedangkan, Dinas Kesehatan disampaikan Intan Novia Fatma Nanda, juga juru bicara media center tanggap darurat, Dinas Kesehatan telah melakukan asesmen pada tanggal darurat pertama dengan mendirikan posko kesehatan sebanyak 100 posko, tersebar di pukesmas, pukesri dan pustu di 14 kecamatan.
Intan juga telah melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi sumbar dan kemenkes, dalam hal ketersedian obat – obatan dan pendistribusian makanan siap saji. Dan, menyiapkan petugas kesehatan untuk membantu masyarakat ( trauma helling).
” Kerusakan fisik, 4 pukesmas, 39 pustu dan 46 pukesri. Total kerusakan kurang lebih Rp.137 miliar,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pesisir Selatan, Wendra Rovikto memaparkan telah dilaksanakan dinas nya.
Dituturkan Wendra, selama diberlakukan tanggap darurat tahap I hingga ke II telah mendirikan sebanyak 20 unit dapur umum. Penyaluran bantuan dari Kemensos, penyaluran bantuan dari CSR Provinsi Sumbar. total bantuan telah terealisasi kurang lebih 8 Miliar.
Begitu juga bantuan sosial lainya, seperti makanan siap saji, pakaian dan sembako. Kedepan, Dinas Sosial sesuai arahan dari Kementerian Sosial juga akan melakukan penyaluran bantuan pasca bencana dan kebutuhan pakaian sekolah. Serta, asesmen daerah terpencil. Yaitu di daerah Batu Balah dan Langgai.
Terakhir, Sekda Pessel Mawardi Roska menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak terkait telah bekerja sama dalam penanganan bencana di Kabupaten Pessel. Dan, pemkab Pessel melalui OPD terkait yang ada akan terus melakukan evaluasi setiap kegiatan dalam hal penanganan bencana.
Kesempatan jumpa pers pagi itu, juga diamanfaatkan beberapa awak media untuk bertanya terkait pananganan bencana pasca banjir, mulai dari penyaluran bantuan, penanganan bencana, realiasi penyaluran bantuan dan lainya. ( Rio)






