PADANG, METRO–Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) menilai, jasa laundry atau pencucian baju di Kota Padang terus bertambah, setidaknya dalam tiga tahun terakhir.
Sekretaris Diskop UKM Kota Padang, Siska Meilani mengatakan, tercatat sebanyak 1.000 lebih pengusaha laundry dan rata-rata para pengusaha laundry ini bermunculan sering berdekatan dalam menjalankan usahanya.
Dengan adanya undang-undang kemudahan berwirausaha, pihaknya selalu berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Diskop UKM Kota Padang yang membawahi para pelaku usaha turunan dari Pemko Padang, selalu mendukung setiap pelaku usaha dalam bentuk pembinaan dan pengawasan,” katanya, Senin (1/4).
Dengan adanya undang-undang kemudahan berwirausaha, pihaknya selalu berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif.
Salah satu caranya mengumpulkan mereka dalam bentuk kelompok-kelompok, karena jika sudah bergabung, pengawasannya akan jadi lebih mudah, seperti pengusaha laundry yang tergabung ke dalam Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumbar.
“Untuk DPD ASLI Sumbar mereka punya aturan yang harus diikuti, misalnya menggunakan obat-obatan yang ramah lingkungan, kemudian ada keterkaitan antar anggota, jangan sampai nanti antar anggota jarak usahanya itu berdekatan, malah sikut menyikut, itu tidak baik,” katanya.
“Saling support itu penting, walau memang usahanya sama, tapi mungkin jenis usaha dengan kualitasnya itu dicari oleh masyarakat. Harapan saya, bisa membentuk organisasi serupa. Yakinlah bapak ibu, apabila jika kita bekerja sama, bersinergi, bahu membahu akan lebih maju, organisasi atau usaha itu akan berhasil jika saling bekerja sama,” katanya.
Sementara itu, Ketua ASLI DPD Sumbar, Fery Sonnevil mengatakan, usaha laundry merupakan suatu kegiatan yang mengutamakan profit atau pendapatan.
Usaha laundry, katanya, di zaman sekarang merupakan usaha yang diminati banyak orang, karena cukup menjanjikan. Selain itu, katanya, laundry sudah menjadi kebutuhan. Siapapun orangnya, dengan kemajuan zaman sekarang, membuat banyak orang membutuhkan laundry.
“Jika usaha laundry banyak tumbuh belakangan ini, itu sangat wajar sekali. Bagi kami, sesama pengusaha laundry yang kadang jaraknya cukup dekat, tetapi tidak ada persaingan. Di dalam organisasi ini kami bentuk sistem kekeluargaan, maju bersama, tumbuh bersama,” katanya.
Dirinya juga mengimbau kepada pengusaha laundry yang belum bergabung ke ASLI DPD Sumbar untuk segera memantapkan hati untuk ikut berpartisipasi dalam keanggotaan.
“Yang belum bergabung, kami harap mereka bergabung agar usaha ini bisa dikeroyok bersama-sama, kami maju bersama, tumbuh bersama. Pangsa pasarnya pasti akan ada, jangan ragu masalah rejeki, itu sudah diatur Tuhan,” katanya.
Pada tahun 2024, katanya, jumlah pengusaha yang sudah bergabung ke ASLI DPD Sumbar mencapai 52 member. “Terbanyak di Padang karena populasi penduduk yang sangat banyak, masyarakat sangat membutuhkan laundry,” katanya. (brm)






