BERITA UTAMA

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik Daripada Seribu Bulan

0
×

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik Daripada Seribu Bulan

Sebarkan artikel ini
Oleh : Ustadz Adi Hidayat

Malam Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang selalu dinantikan oleh umat Islam di bulan Ramadhan. Meskipun tanggal pasti keda­ ta­ngan malam Lailatul Qadar tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah SWT, para ula­ma memberikan per­kiraan tentang waktu kedatangannya.

Sejumlah ulama menyetujui bahwa ma­lam itu jatuh pada salah satu dari se­puluh malah terakhir bulan Ramadhan. “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir” (HR. Muslim).

Di malam Lailatul Qa­dar, umat Islam dianjurkan membaca dan memanjat­kan doa untuk menda­pat­kan keistimewaan dan pa­hala yang berlimpah. Salah satu keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah bah­wa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.

Selain itu, terdapat keis­timewaan lainnya dari ma­lam ini, di antaranya se­bagai berikut;

  1. Malam Diturunkan­nya Al-Quran. Malam La­lilatul Qadar merupakan malam diturunkannya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit du­nia), sebagaimana firman Allah SWT; “Sesungguh­nya Kami telah menurun­kannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan” (QS. Al-Qadar: 1)
  2. Malam yang Lebih Baik daripada Seribu Bulan. Malam Lailatul Qadar juga merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfir­man; “Tahukan kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar itu lebih baik dari­pada seribu bulan.” (QS. Al-Qadar : 2-3)

Menurut Syekh Abdul Halim Mahmud, ‘Seribu bulan’ yang dimaksud se­tara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar manusia (dza­lika ‘adah ‘umril insan).

“Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu meru­pakan standar umum umur manusia. Lailatul Qadar (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia, dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu mau­pun umur manusia di masa mendatang. Intinya, Laila­tul Qadar lebih baik dari (usia) zaman (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ra­madhan, halaman 21)

  1. Malam yang Dipe­nuhi Berkah Allah SWT berfirman; “Sesungguhnya Kami menurunkannya pa­da suatu malam yang di­ber­kahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala uru­san yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesung­guhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad-Dukhan: 3-5)
  2. Malam yang Penuh Kesejahteraan. Selain pe­nuh dengan keberkahan, malam Lailatul Qadar juga dipenuhi dengan kesejah­teraan dan kedamaian. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT; “Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 5).
  3. Malam Turunnya Pa­ra Malaikat. Disebutkan bahwa pada malam Laila­tul Qadar, para malaikat turun ke bumi. Allah SWT berfirman; “Pada malam itu turunlah malaikat-ma­laikat dan Jibril dengan izin Allah SWT Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan.” (QS. Al-Qadar: 4).
  4. Malam Diampuninya Dosa Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT mem­buka pintu ampunan bagi siapa saja yang meminta ampun kepada-Nya. Ra­sulullah SAW bersabda; “Barangsiapa menegak­kan shalat pada malam Lailatul Qadar atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, An-Nasa’i, dan Ahmad).
  5. Malam Pencatatan Takdir Tahunan. Berdasar­kan keterangan dari Imam Na­wawi rahimahullah da­lam Syarh Muslim, bahwa cata­tan takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malaikat dan ia akan me­ngetahui yang akan terjadi, maka ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.

Hal tersebut juga ter­dapat dalam firman Allah SWT dalam Surah Ad-Du­khan ayat 4;  “Pada (malam itu) dijelaskan segala uru­san yang penuh hikmah.” Itulah keistimewaan m­a­lam Lailatul Qadar, ma­lam yang lebih baik daripada seribu bulan. (**)