Laporan: Efanurza Kota Pariaman
Melirik perkembangan Terminal Jati yang berada di Kota Pariaman masih belum ada perubahan, makanya, Pemko Pariaman melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar lagi mengusulkan revitalisasi Terminal Tipe A Jati kepada Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna bus.
Kondisi demikian dilakukan agar keberadaan Terminal Jati Pariaman layak untuk para peguna angkutan umum. “Kita melakukan hal demikian penting agar terminal tersebut nyaman,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Afwandi, kemarin.
Dia mengatakan revitalisasi tersebut dilakukan karena melihat kondisi terminal yang masih kekurangan dari segi sarana dan prasarana sehingga membuat masyarakat terlihat masih enggan datang ke sana untuk naik bus. Oleh karena itu dengan revitalisasi tersebut dapat mempercantik wajah terminal itu sehingga masyarakat lebih tertarik datang ke terminal ketika menggunakan transportasi darat dari pada menunggu di tepi jalan.
Hal itu, lanjutnya dapat meningkatkan perekonomian pedagang yang berjualan di pasar serta di terminal tersebut.
Dia juga mengatakan jalur pengusulan revitalisasi tersebut yaitu Pemko Pariaman yang mengusulkan ke BPTD, lalu balai tersebut yang menyampaikan ke Kemenhub. “Desainnya dari BPTD Wilayah III Sumbar, karena terminal di Pariaman tipe A sehingga kewenangannya Kemenhub. Jadi Pemkot hanya bisa mendorong untuk direvitalisasi karena semenjak pemindahan kewenangan dari Pemkot belum dilakukan revitalisasi,” ujarnya.
Ia memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar tersebut bisa Rp15 miliar sampai dengan Rp30 miliar. “Namun berapa besar pastinya tergantung dari desain yang dibuat BPTD,” ujar dia. Ia mengatakan dengan direvitalisasi terminal tersebut maka dapat mendukung rencana Pemko Pariaman untuk mengaktifkan kembali pasar produksi yang berada dekat dengan lokasi. Dengan revitalisasi tersebut maka akan berdampak pada sektor industri dan pariwisata Kota Pariaman sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami mengharapkan kementerian dapat merevitalisasi terminal tersebut melalui dana perubahan tahun ini,” tambahnya.
Kemarin menyambut lebaran tahn 2024, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Yota Balad, menyaksikan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Rampcheck) Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), sekaligus pemasangan stiker laik jalan terhadap kendaraan penumpang yang memenuhi syarat teknis di Terminal Tipe A Jati Pariaman.
Rampcheck tersebut dilakukan bersama dengan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat, M.Majid, Jasa Raharja dan Dishub Kota Pariaman terhadap kendaraan AKAP dan AKDP.
Yota Balad sebutkan bahwa pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan bus tersebut layak atau tidak untuk dijadikan transportasi AKAP dan AKDP.
“Dari segi pelayanan saya ingin Dishub Kota Pariaman bisa bekerjasama dengan BPTD untuk betul-betul meningkatkan pelayanan dari segi angkutan yang datang dari Jakarta atau daerah lain yang masuknya malam hari, sehingga perlu adanya penjagaan dan keamanan sekitarnya,” ujarnya.
Yota Balad juga menambahkan bahwa untuk potensi mudik sekarang dibandingkan tahun lalu ada peningkatan, karena saat ini sudah banyak pengusaha-pengusaha dari Sumatera Barat maupun luar Sumatera Barat yang mempunyai mobil angkutan lumayan bagus dari segi pelayanannya sehingga menarik minat perantau untuk mudik pulang kampung dalam keadaan aman dan nyaman.
“Untuk terminal Jati ini kita akan terus melakukan pembenahan untuk kenyamanan penumpang yang datang atau akan berangkat ke luar daerah, seperti fasilitas ruang tunggu yang belum ada AC nya kedepannya bisa diberi AC, mushalla dan fasilitas lainnya juga harus selalu dibersihkan agar kenyamanan terminal ini bisa berkesan bagi mereka,” terang Yota Balad.(***)






