METRO SUMBAR

Badan Terasa Panas saat Puasa, Penjelasan Ilmiah dan Solusi untuk Kenyamanan

0
×

Badan Terasa Panas saat Puasa, Penjelasan Ilmiah dan Solusi untuk Kenyamanan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi— Badan terasa panas saat berpuasa.

PADANG, METRO–Selama bulan puasa, banyak orang merasa bahwa tubuh mereka lebih panas dari biasanya. Fak­tanya, ada beberapa alasan ilmiah di balik sensasi pa­nas ini yang bisa dijelaskan. Dilansir dari Healtline, Senin (25/3), berikut penjelasan ilmiahnya.

  1. Peningkatan Kadar Gula Darah

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan da­lam metabolisme dan peng­gunaan energi. Ketika Anda tidak makan atau minum selama berjam-jam, kadar gula darah Anda cenderung menurun.

Hal ini memicu tubuh untuk menggunakan ca­dangan glukosa dalam bentuk glikogen yang di­simpan di hati dan otot. Proses pembakaran glikogen ini menghasilkan pa­nas sebagai produk sam­pingan, yang dapat menye­babkan sensasi panas di dalam tubuh.

  1. Dehidrasi

Selama puasa, dehidrasi menjadi risiko yang le­bih besar karena kurangnya asupan cairan. Ketika tubuh kehilangan cairan le­bih dari yang diperoleh melalui makanan dan minuman, dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

Baca Juga  Mecca Clinic Hadir di Kota Padang Panjang

Dehidrasi juga dapat menyebabkan penurunan volume darah, yang mempersulit tubuh untuk me­ngatur suhu tubuh dengan baik.

  1. Penurunan Kadar Garam dan Mineral

Selama berpuasa, Anda juga dapat kehilangan garam dan mineral penting seperti natrium, kalium, dan magnesium melalui keringat dan urine. Kekurangan mineral ini dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang berperan pen­ting dalam mengatur suhu tubuh.

Ketidakseimbangan elek­trolit dapat menyebabkan tubuh terasa lebih panas dari biasanya.

  1. Peningkatan Keringat

Ketika tubuh Anda me­ngalami peningkatan suhu, respons alami tubuh a­dalah dengan mengeluarkan keringat untuk membantu mendinginkan tubuh.

Selama puasa, terutama di musim panas atau saat berada di lingkungan yang panas, Anda mungkin mengalami peningkatan produksi keringat. Meski proses ini membantu men­dinginkan tubuh, namun keringat yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan sensasi panas dan ke­tidaknyamanan.

Baca Juga  1000 Lapek KuniangHiasi Pembukaan Festival Adat Salingka Nagari Pagaruyung

Solusi untuk Kenyamanan Selama Puasa

Kendati sensasi panas selama puasa adalah hal yang umum, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ke­tidaknyamanan ini. Beberapa solusi termasuk:

Menjaga Asupan Cai­ran. Pastikan untuk minum cukup air saat berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi.

Menghindari Makanan Pedas. Makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh, jadi hindari makanan pedas saat berbuka puasa.

Memakai Pakaian yang Tepat. Pilih pakaian yang longgar, ringan, dan berbahan katun agar udara bisa mengalir dengan baik dan membantu mendinginkan tubuh.

Menghindari Kegiatan Berat. Hindari kegiatan fisik yang berat di bawah terik matahari selama puasa untuk mengurangi risiko overheating.

Dengan memahami pe­nyebab sensasi panas selama puasa dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai, Anda dapat menjalani iba­dah puasa dengan lebih nyaman dan lancar. (jpg)