METRO PESISIRMETRO SUMBAR

Sukseskan Pemilu, KPU MoU dengan Kemenag

0
×

Sukseskan Pemilu, KPU MoU dengan Kemenag

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padangpariaman MoU dengan Kementerian Agama Padangpariaman. MoU dilaksanakan KPU untuk kesepakatan menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. MoU ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman di Aula Kemenag Padangpariaman. Penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua KPU Padangpariaman Zulnaidi dengan Kemenag Padangpariaman H Helmi tersebut juga disaksikan sejumlah pejabat KPU, Kepala KUA dan penyuluh agama se-Padangparaiman serta Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Kemenag Padangpariaman.
Penandatanganan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama dalam membangun kesadaran berpolitik di kalangan Kemenag agar mereka ambil bagian dalam pemilu demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang demokratis.
Kemenag Helmi meminta kepada semua ASN di lingkungan Kemenag Padangpariaman untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu 2019. ASN Kemenag harus sama-sama menyampaikan dan mengajak smeua masyarakat untuk sukseskan Pemilu 2019.
”Jangan sampai pelaksanaan pemilu terganggu atau berkurang partisipasi pemilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena itu saya mengajak peranan kita di kemenag sangat menentu untuk suksesnya Pemilu 2019,” ungkapnya.
Salah satu lanjutnya, pelaksanaan mou dengan KPU Padangpariaman ini. Sehingga pesta demokrasi yang dilaksanakan sekali lima tahun ini berjalan degan baik dan tingkat partisipasi pemilih meningkat dari pemilu sebelumnya.
Sebab katanya, pemilu sebelumnya berdasarkan informasi partispasi pemilih di Kabupaten Padangpariaman kurang dari 70 parsen dan sekarang dengan adanya MoU ini hendaknya melebihi dari 70 parsen untuk kemajuan bangsa Indonesia yang lebih baik ke depannya.
”Kita meminta kepada seluruh penyuluh agama untuk sama sama sampaikan kepada masyarakat, seperti dalam wilayah kerja masing-masing agar partisipasi pemilih meningkat. Jadi dari 120 orang anggota saya yang hadir dalam acara ini harus ikut serta sukseskan pemilu 2019,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Padangpariaman Zulnaidi didmapingi para komisiner lainnya, menyatakan berbicara tentang idialisme dan negara ini didirikan diatas pondasi ketuhanan yang maha esa.
Katanya, jangan ada lagi Pemilu adalah pestanya para calon anggota legislatif, tapi tapi pemilu adalah pesta rakyat. Begitu juga Pemilu jangan mau rakyat diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak menentu, karena itu salah satu efek negatif yang beredar dalam pemilu.
Maka itu lanjutnya, semua masyarakat perlu saling menyampaikan tentang pesta demokrasi yang benar, karena itulah pemilu dilaksanakan sekali lima tahun untuk mencari pemimpin yang lebih baik di mata rakyat dan sesuai dengan hati rakyat.
Jadi lanjutnya, semua masyarakat wajib mengisi pemilu degan baik tanpa ada permusuhan.
“Mari kita sukseskan pemilu, karena ini pesta rakyat dan rakyat yang menentukan pilihan dalam menyukseskan pemilu ini,” ujarnya.
Ajang pemilu lanjut Zulnaidi yang telah dua periode menjadi Komisioner KPU Padangpariaman, pemilu jangan sampai dijadikan lokasi bermusuhan dan mari bersama-sama sukseskan pemilu ini oleh rakyat.
Pada sisi lain Zulnaidi menjelasnya, kepada semua masyarakat diminta jangan percayai hoak ( berita bohong ). Sekiranya menemukan berita yang belum jelas hedanknya masyarakat untuk melakukan cros cek untuk suksesnyaa pemilu di Padangpariaman.
Sebab katanya, pemilu ini adalah agenda negara dan semua masyarakat wajib sukseskan. Apalagi Pemilu ini bukan agenda KPU, tapi agenda bangsa dan wajib semua rakyat menyukseskannya.
Kemudian Zulnaidi juga menjelaskan tentang efek phisikologis pemilu zaman orde baru, karena masih ada kesan dari masyarakat yang mengatakan hasil pemilu bisa dirobah-robah itu tidaklah benar.
Apalagi katanya, pelaksanaan pemilu ini ada 82 rangkap dokumen dan dipegang 82 orang. Semua dokumen tersebut dibuka saat perekapan data dan kalau diketahui siapa yang berbuat curang saat rekapitulasi tersebut akan diketahui.
Ditambah lagi jelasnya, KPU mengetahui hasil pemilu setelah hari ke sepuluh. Yang akan mengetahui hasil pemilu adalah partai politik, TNI, Polisi, karena mereka yang mengumpulkan data c1.
Sedangkan KPU mengetahui pada hari kesepuluh dan hasilnya dipublikasi dari kpu yang mengetahui hari ke 10. Jadi tidak ada istilahnya lagi penyelengara pemilu curang diberhentikan.
“Karena itulah kita meminta kepada semua masyarakat mengikuti pelaksanaannya dan jangan merusak pelaksaanaan pemilu. Seperti masyarakat tergiur dengan uang selembar dan kepercayaan masyarakat berubah niatkan dalam pelaksanaan pemilu,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, pilihlah para pemimpin dalam pemilu 2019 ini yang sesuai degan hati nurani, jangan karena uang selembar berubah fikiran.
“Saya juga meminta kepada semua ASN dan penyuluh agama ini netral karena untuk suksesnya pesta demokrasi ini,” paparnya. Jadi katanya, penandatanganan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama dalam membangun kesadaran berpolitik di lingkungan Kemenang Padangpariaman. Mereka diharapkan ambil bagian dalam pemilu demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang demokratis Jadi katanya, MoU dengan Kemenag meliputi sosialisasi dan edukasi Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. (efa)