METRO SUMBAR

Mahyeldi: Puasa Ajang Menuju Puncak Ketaqwaan

0
×

Mahyeldi: Puasa Ajang Menuju Puncak Ketaqwaan

Sebarkan artikel ini
KHATIB JUMAT— Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang, Jumat (8/3).

PDG.PANJANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang, Jumat (8/3). Turut hadir, Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, Kapolres, AKBP Kar­tyana Widyarso Wardoyo Putro, SIK, MAP, Pj. Sekdako, Dr. Winarno, M.E, Ke­tua MUI Padang Panjang, Zulhamdi, Lc, MA serta Ketua Badan Pengelola Islamic Centre (BPIC), Ir. Nasrul Yahya.

Dalam khotbahnya, Mah­yeldi menyampaikan, bulan puasa merupakan sebuah ajang bagi umat Islam untuk menuju puncak ketakwaan.

Baca Juga  Warga Pertanyakan Infrastruktur dan Drainase

“Kita sangat memahami bahwasannya bulan Ramadan adalah bulan istimewa yang akan mengantarkan kita menjadi orang yang bertakwa,” ucapnya.

Menurutnya, orang yang bertakwa adalah o­rang yang paling mulia. Kemuliaan bagi orang yang bertakwa yaitu Allah mudahkan urusannya. Ke­tika menghadapi suatu ma­salah selalu ada jalan keluar yang Allah berikan. Re­zeki yang datangnya tanpa terkira-kira. Serta Allah tutupi segala kesalahannya dan berikan balasan surga. “Agar ke­mu­liaan tersebut kita dapatkan, maka Allah SWT datangkan bulan Rama­dan. Begitu ba­nyak ke­muliaan yang Allah sediakan di bulan Ramadan. Satu-satunya bulan yang sangat kita ha­rapkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Relawan Rumah Bagonjong Sumbar, Pemilu 2024 Momentum Terselenggaranya Kedaulatan Rakyat

Agar mendapatkan ke­muliaan Ramadan tersebut, tambahnya, maka ber­puasalah kita seperti ba­gaimana Rasulullah ber­puasa. Ber-Ramadan-lah kita seperti Rasullullah ber-Ramadan. Laksanakanlah dengan keimanan. In­sya­al­lah derajat muttaqin akan menjadi milik kita. “Marilah tingkatkan frekuensi iba­dah kita di­bulan Ramadan. Ibadah salat malam dan tarawih kita atur sedemikian rupa. Perbanyak waktu di mas­jid. Iktikaf, zikir, tilawah, infak, sedekah serta amalan lainnya,” ajak Mah­yeldi. (rmd)