PADANG, METRO–Aksi main hakim sendiri memakan korban jiwa. Pasalnya, dua pemuda dituduh maling helm lalu dihajar oleh massa di Kafe Otto Kopi di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang dihajar massa pada Rabu, (6/3) sekitar 21.45 WIB.
Akibatnya, satu pemuda berinisial JH (19) mengalami luka parah dan tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis. Sedangkan rekannya FA (16) mengalami babak belur di sekujur tubuhnya dan masih dirawat di rumah sakit.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Ardiansyah Putra. Katanya, peristiwa tersebut bermula saat salah seorang penjaga parkiran menegur dua orang yang duduk di atas motor di pinggir jalan depan kafe yang dicurigai sebagai maling helm.
“Salah seorang saksi melihat kedua pemuda itu dan curiga karena berdasarkan dari rekaman CCTV di mana hari sebelumnya keduanya diduga mengambil helm di parkiran kafe. Setelah itu saksi mendatangi kedua terduga pemuda itu dan menanyakan apa tujuannya di sana. Namun, keduanya menjawab sedang menunggu teman,” katanya, Kamis, (7/3).
Saat percakapan tersebut terjadi, kata Kompol Dedy, posisi kedua pemuda itu masih berada di atas motornya. Kemudian saksi meminta terduga pelaku untuk masuk ke dalam area parkiran kafe dengan alasan bahwa sebelumnya di kafe tersebut ada kehilangan helm.
“Kemudian, saksi bersama dengan manajer kafe meminta keterangan pada salah seorang terduga pelaku, sewaktu terduga pelaku ditanyai tiba-tiba datang massa dan bertanya kepada manajer kafe, apa yang sedang terjadi. Dan dijawab oleh manajer kafe maling helm. Mendengar hal itu, massa yang berjumlah sekitar 7 hingga 10 orang tersebut membawa kedua pemuda itu ke bagian belakang kafe,” katanya.
Menurut Kompol Dedy, di belakang kafe itu, kedua pemuda yang dituduh maling helm tersebut diduga digebuki oleh massa dan kondisinya sudah ababk beluar. Keduanya selanjutnya dibawa ke Polresta Padang. Namun, karena kondisi kedua terduga maling helm itu sudah luka parah, pihaknya membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.
“Untuk terduga pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan dan setelah dilakukan perawatan ternyata salah seorang terduga pelaku yang bernama JHsudah meninggal dunia,” katanya.
Kompol Dedy juga menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh pemuda tersebut, dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait aksi pengeroyokan terhadap dua orang tersebut.
“Jika benar kedua korban ini melakukan pencurian, warga harusnya tidak boleh main hakim sendiri, kan bisa diserahkan ke pihak yang berwajib, jadi kalau seperti ini kejadiannya akan menjadi kasus tindak pidana. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokan yang berjumlah 7 hingga 10 orang tersebut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutupnya. (brm)






