AGAM/BUKITTINGGI

Pencari Lokan Hilang Diterkam Buaya, Korban Sempat Menjerit Minta Tolong

0
×

Pencari Lokan Hilang Diterkam Buaya, Korban Sempat Menjerit Minta Tolong

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Kapolsek Tanjung Mutiara Iptu Nofriandy tengah melakukan pemantaun proses pencarian warga yang hilang diterkam buaya.

AGAM, METRO–Memilukan. Seorang warga yang sedang mencari kerang lokan di Sungai Batang Masang, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, diterkam bu­aya hingga dilaporkan hilang pada Rabu (6/3) sekitar pukul 15.15 WIB.

Diketahui, warga yang hilang akibat serangan he­wan buas itu bernama Nongki (28), yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan yang sudah melakukan pencarian, belum berhasil menemukan korban.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kapolsek Tanjung Mutiara  Iptu Nofriandy. Menurutnya, kejadian itu berawal ketika korban Nongki bersama temannya Akmal menyelam dan berenang di sungai untuk mencari kerang lokan.

“Dari keterangan saksi-saksi, korban padang siang itu mencari lokan. Memang  biasanya kalau tidak pergi melaut lalu mencari lokan untuk mencari tambahan pemasukan uang,” kata Iptu Nofriandy.

Dijelaskan Iptu Nofriandy, saksi tidak menyangka pencarian lokan yang dilakukannya bersama kor­ban menjadi malapetaka. Sebelum diterkam bua­ya, korban menyelam dan berenang di Sungai Batang Masang.

“Namun saat mencari lokan itu, saksi Akmal bersama warga lainnya mendengar jeritan seperti orang minta tolong Mendengar hal itu ia lalu mencari sumber suara itu.Ternyata Akmali melihat korban tengah bergulat dengan bu­aya yang pada saat itu tengah menyeret tubuh korban ke dalam sungai,” ujar Iptu Nofriandy.

Sayangnya, kata Nofriandy, korban kalah dengan kekuatan buaya yang su­dah menggigit tubuh korban. Tak lama setelah bergulat dengan buaya, korban pun hilang dibawa ke dalam sungai oleh buaya dan sampai saat ini belum bisa ditemukan.

“Kami sudah berkoordinasi Tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pada pencarian hari pertama ini, korban belum berhasil ditemukan. Mudah-mudahan, pencarian korban segera membuahkan hasil,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala BKSDA Agam, Rusdian mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah mencari kerang lokan di Sungai Batang. Di tengah mencari kerang itu, tetiba korban diterkam buaya hingga diseret ke dalam sungai.

“Menurut keterangan saksi mata, korban yang tengah beraktifitas di sungai itu secara tiba-tiba diterkam buaya lalu menyeretnya ke dalam sungai. Saat ini tim telah berada di lokasi,” ungkap Rusdian.

Rusdian menerangkan bahwa Sungai Batang Ma­sang memang dikenal sebagai habitat buaya. Batang Masang merupakan area pertemuan sungai dengan laut atau muara, yang menjadi lingkungan alami bagi predator tersebut. “Dari dulu Sungai Batang Masang memang di­ke­nal sebagai habitat yang banyak dihuni oleh buaya. Kawasan itu merupakan lingkungan ideal bagi bu­aya beraktifitas,” tukasnya. (pry)