METRO PADANG

Mulok Keminangkabauan di SMPN 34, Pelajar Unjuk Kebolehan Makan Bajamba dan Petatah Petitih Minang

0
×

Mulok Keminangkabauan di SMPN 34, Pelajar Unjuk Kebolehan Makan Bajamba dan Petatah Petitih Minang

Sebarkan artikel ini
MAKAN BAJAMBA— Wali Kota Padang, Hendri Septa menghadiri kegiatan Mulok Keminangkabauan, dengan agenda makan bajamba yang dilakukan pelajar SMPN 34 Padang, Selasa (5/3).

LUBUK BUAYA, METRO–Pelajar SMPN 34 Pa/­dang unjuk kebolehan di hadapan Wali Kota Padang, Hendri Septa saat kegiatan Muatan Lokal (Mulok) Keminangkabauan, Selasa (5/3). Dalam kesempatan itu, para pelajar memperlihatkan tradisi makan bajamba.

Menyaksikan itu, Wako Hendri Septa mengapresiasi penampilan para pelajar yang tampak fasih membuka tradisi makan bajamba dengan petatah-petitih Minangkabau. Hal ini sebutnya, mengantarkan Padang menjadi kota yang tetap melestarikan bahasa ibu.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu target yang harus dicapai Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat. Dan Kota Padang, katanya, menjadi salah satu kota yang melestarikan hal ter­sebut.

Baca Juga  Warga Resah, Diduga Ada Pijat Plus-plus, Pol PP Kota Padang Kirim Surat Panggilan Kedua untuk Pemilik SPA

“Keminangkabauan men­jadi gagasan kita da­lam kembali mengoptimalkan pelestarian bahasa daerah. Kita menjadi salah satu dari sedikit kota di Sumbar yang melakukan ini. Dengan penyampaian petatah-petitih upacara adat, berbalas pantun, berpidato Bahasa Minang,” tuturnya.

Tidak lupa ia mengap­resiasi berbagai sikap yang ditunjukkan pelajar sesuai dengan kaedah Minangkabau. Cara duduk siswa perempuan yang “basimpuah”, dan lelaki yang “baselo”.

Sementara itu, Kepala SMP N 34 Padang Mimiati, menyampaikan selain melestarikan bahasa daerah, keminangkabauan yang hadir di tengah-tengah sekolah juga akan membangun karakter siswa untuk masa depan. Sebab, pendidikan karakter saat ini sangat dibutuhkan.

Baca Juga  Traffic Light Mati Bingungkan Pengendara, Traffic Light Mati Bingungkan Pengendara, Kadishub: Sudah Uzur dan Faktor Cuaca Membuat Rusak

“Dulu, materi Keminangkabauan ini tidak ditampilkan seperti sekarang. Siswa harus merasa se­nang menjadi bagian melestarikan budaya dan membangun karakter di saat yang bersamaan,” tukasnya.

Kegiatan Mulok kali ini juga semakin terasa istimewa karena ikut dihadiri oleh Fitria Dewi dari Tim KKLP Pemoderenan dan Perlindungan Bahasa, serta Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan dan Lurah Lubuk Buaya Syafrizal. (brm)