OLAHRAGA

Atlet Disabilitas Ikuti Seleksi Peparda

0
×

Atlet Disabilitas Ikuti Seleksi Peparda

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang melakukan penyeleksian atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Paralympic Daerah (Peparda) mewakili Kota Padang, serta menentukan penempatan nomor tanding peserta disabilitas yang penyeleksiannya dilakukan di kolam renang teratai Padang.
Acara peparda yang akan dilksanakan pada tanggal 9-10 April di Kota Padang tersebut, diikuti pelajar yang terdaftar di SLB, atlet utusan ckub atau perorangan, peserta penyandang tuna netra (yang dibuktikan keterangan surat dokter mata), tuna daksa dan tuna grahita.
Ketua NPC (olahraga penyandang cacat)  Kota Padang Abraham Ismed menjelaskan, cabang olahraga yang akan di seleksi adalah atletik/lari penyandang tuna daksa 100 meter, 200 meter, 400 meter, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, lempar cakram dan tolak perulu. Untuk penyandang tuna netra 100 m, 200 m, 400 meter dan estafet 4×100 meter.
Kemudian, untuk renang khusus tuna daksa, nomor tanding, gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu dan gaya bebas.
Catur untuk penyandang tuna daksa nomor tanding, klasik Pa-pi, cepat Pa-pi. Catur untuk tuna netra nomor tanding, kelas low, total vision, klasik dan cepat Pa-pi.
Cabang olahraga bocce low ability khusus tuna grahita, nomor tanding tunggal putra dan tunggal putri. Selanjutnya, tenis meja khusus penyandang tuna grahita, nomor tanding high hability tunggal putra dan tunggal putri.
”Seleksi dilakukan memakai sistim skoring. Untuk atlet yang diambil melanjutkan ke provinsi belum jelas berapa orang, dilihat dahulu standarisasi untuk lanjut ke tingkat nasional. Olahraga penyandang disabilitasi ini di rasakan masih di anak tiri kan, peralatan masih kurang, tempat latihan belum ada, sekretariat belum ada sama sekali, dan masih menumpang di tempat sekretariat catur,” jelas Abraham Ismed, Senin (18/2).
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPDI) Icun Sulhadi, mengungkapkan dilihat dari kondisi di lapangan, pemahaman masih kurang tentang olahraga disabilitas. ”Karena masih ada kesenjangan, proses persiapan fasilitas masih belum sama terlaksana,” ungkap Icun yang pernah meraih medali perunggu cabang catur ASEAN Paragames ini. (e)