PADANG, METRO–Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus berupaya mewujudkan Kota Layak Huni. Ini menjadi salah satu pembahasan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Padang Barat yang diselenggarakan di salah satu hotel berbintang di Padang, Selasa (27/2).
Kepala Dinas Perkim yang diwakili Kabid Pendataan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU), Masdalila mengatakan dasar penanganan perumahan dan pemukiman kumuh Kota Padang diatur dalam Perda No.5 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
“Pola penanganan dengan mempertimbangkan tipologi perumahan dan permukiman kumuh yaitu pemugaran, peremajaan dan permukiman kembali,” katanya.
Ia mencatat terdapat 3,56 Ha kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Flamboyan, Kecamatan Padang Barat, diantaranya RT 01/RW 04, RT 04/RW 004, RT 03/RW 04 dan RT 05/RW 04.
“Terdapat usulan dari Dinas Perkim diantaranya penyediaan PSU perumahan, perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air minum permukiman yang layak, penanganan kawasan kumuh permukiman dan sanitasi yang layak dan aman,” sebutnya
Adapun pelaksanaan kegiatan PSU tahun 2023 telah memperbaiki rumah tak layak huni sebanyak 28 rumah yang tersebar di Kota Padang.
Pembangunan Berbasis Pariwisata
Di sisi lain, musrenbang juga membahas sektor pariwisata dan menjadi poin penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Padang. Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang Rina Melati saat menjadi narasumber pada musrenbang tersebut, mengatakan di tahun ini Pemko Padang berkomitmen memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Mulai dari petugas parkir, pelayanan, hingga kebersihan makanan.
“Untuk juru parkir nantinya akan mengenakan ‘deta’, sehingga hal ini bisa mencegah terjadinya pungutan liar. Bagaimana juru parkir harus menerapkan juga ‘Sapta Pesona’, tentunya pelayanan yang ramah harus diberikan,” jelas Rina.
Ia juga menambahkan pariwisata Kota Padang tidak kalah menarik dengan daerah lainnya. Mulai dari view alam yang indah dan banyak objek wisata yang bisa dikunjungi tentunya.
“Tak hanya itu, Kota Tua dan Batang Arau dikelola oleh dua kecamatan, yaitu Padang Barat dan Padang Selatan, banyak yang harus dikembangkan di tahun ini. Selain itu juga akan mengembangkan ‘Skatepark’ di Muaro Lasak,” jelasnya.
Rina menjelaskan melalui musrenbang ini menjadi tugas bersama dalam mengawal usulan untuk peningkatan pariwisata, sehingga Kota Padang menciptakan citra dan kesan yang baik bagi wisatawan. (brm)






