BERITA UTAMA

Kasus Pembunuhan Istri Karyawan Pabrik Sawit masih Misteri, Kapolres Pasbar: Sudah 25 Orang Saksi Diperiksa

0
×

Kasus Pembunuhan Istri Karyawan Pabrik Sawit masih Misteri, Kapolres Pasbar: Sudah 25 Orang Saksi Diperiksa

Sebarkan artikel ini
05 Kasus Pembunuhan

PASBAR,METRO–Polres Pasaman Barat masih terus berupaya mengungkap kasus pembunuhan terhadap istri karyawan pabrik sawit yang ditemukan tewas bersimbah darah di barak permanen PT GMP Tanjung Pangkal, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, pada Kamis (15/2) lalu.

Bahkan, untuk mengungkap siapa dalang dari kasus pembunuhan itu, pihak Satreskrim Polres Pasbar sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi. Namun sayangnya hingga kini, jajaran Satreskrim Polres Pasbar masih belum berhasil menangkap pelaku yang sudah menghabisi nyawa korban berinisial RT (61).

Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto mengatakan, terkait kasus pembunuhan yang terjadi di barak permanen PT GMP Tanjung Pangkal, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari saksi-saksi.

“Perkembangan terakhir, tim sudah memeriksa 25 orang saksi. Pemeriksaan itu sebagai bentuk upaya kita mengungkap kasus dugaan pembunuhan itu. Tidak menutup kemungkinan, kami masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya,” kata AKBP Agung kepada wartawan POSMETRO, Senin (26/2).

Baca Juga  Korupsi Pengelolaan Pasar Atas Bukittinggi  Dibongkar Kejari, 3 ASN bersama 4 Rekanan Proyek jadi Tersangka, Bikin Anggaran Fikitif, Rugikan Negara Rp 811 Juta

Selain itu, dijelaskan AKBP Agung, pihaknya juga sudah menerima laporan hasil autopsi jenazah korban RT yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Autopsi itu untuk mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia.

“Hasil autopsi, korban tewas akibat tusukan oleh benda tajam pada beberapa bagian tubunhnya. Kita akan terus mencari infotmasi untuk mengungkap kasus ini, supaya jelas siapa dalam di belakang pembunuhan ini. Kita harap kawan-kawan Wartawan agar bersabar dulu, karena kita tetap akan mengungkap apa motif dan siapa dalangnya atas kasus ini,” ujar Agung.

Sebelumnya, warga penghuni barak permanen karyawan PT Gersindo Minang Plantation (GMP) Tanjung Pangkal, Nagari Ling-kuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dibuat gempat dengan penemuan mayat perempuan  yang tergeletak bersimbah darah, Kamis (15/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat ditemukan, kondisi perempuan paruh baya berinisial RT (61) sangat mengenaskan. Pada tubuhnya penuh dengan luka dan darah berceceran di dalam barak yang dihuni korban bersama suaminya. Bahkan, di lantai teras barak ada darah korban yang menempel bebentuk tapak sepatu.

Baca Juga  Solsel Lepas dari Status Kabupaten Tertinggal, Bupati: Optimis Solsel akan Lebih Mandiri dan Maju

Tak lama berselang, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pasaman Barat (Pasbar) datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Padang untuk diautopsi. Polisi pun menduga korban RT tewas akibat dibunuh.

apolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat itu, jajaran Satreskrim Polres dan Polsek melakukan olah TKP sekaligus mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus itu.

“Sejauh ini, dari hasil olah TKP yang sudah dilaksanakan, korban diduga dibunuh. Dugaan itu diper-kuat adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematianya, terhadap je-nazah korban akan dilakukan autopsi,” kata AKBP Agung saat dikonfirmasi wartawan. (end)