PESSEL METRO–Beberapa hari yang lalu masyarakat dan petani di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan menyampaikan kegelisahan pada pihak perusahaan, lantaran harga sawit Tandan Buah Segar (TBS) dinilai terlalu rendah.
Kondisi itu membuat berang para petani, aksi pemblokiran jalan menuju perusahaan dilakukan masyarakat dan beberapa petani setempat.
Harapan petani dan masyarakat di wilayah itu pada pemerintah daerah setempat bersama DPRD Pessel bisa memanggil pihak perusahaan. Guna mencari solusi dari terjadi saat ini.
Kondisi harga TBS swadaya sebelumbya pernah menyentuh Rp.1.800/ kg. Dan harga Rp.900/ Kg tidak lagi dijumpai. Namun petani dan masyarakat memiliki kebun sawit swadaya was – was akan tidak stabilan harga TBS.
Menurut Wandi salah seorang petani sawit di Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan dihuhungi Posmetro, Selasa (20/2/2024) mengatakan, biaya operasional perawatan sawit cukup tinggi. Mulai dari pupuk, angkut panen.
” Kalau harga TBS Rp.900/ Kg tentu sangat merugikan para petani sawit kecil. Tidak sebanding dengan biaya operasional,” keluh nya.
Ia berharap sekali pada pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait, bersama wakil rakyat di DPRD Pessel bisa mensikapi keluhan beberapa petani sawit ada di Pessel. Khusnya di Kecamatan Pancung Soal.
Hal sama dikeluhkan Up petani sawit lainya, ke tidak stabilan harga TBS di wilayahnya tidak lepas dari persaingan pihak perusahaan sendiri.
Up menyampaikan pihak perusahaan tidak mau membeli sawit masyarakat dengan alasan buah tandan buah segar di perusahaan penuh.
” hasil jual buah sawit ini untuk tambah kehidupan sehari – hari, jadi kami sangat berharap harga TBS ini bisa ada penetapan yang pasti. Jadi ada kesamaan antara perusahaan satu dengan yang lain,” ungkap Up.
Lebih lanjut Ia juga menyampaikan pada Dinas Pertanian agar benar – benar dalam penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kelompok tani benar – benar tepat sasaran.
Apalagi kadang banyak juga oknum produsen yang menjual harga pupuk subsidi dengan harga Eceran Tertinggi ( HET). Khusunya pupuk jenis Urea dan UPK.
” Pupuk subsidi ini bisa difocuskan pada para petani, membantu petani kecil seperti kita ini,” tutur Up.
Dan sebagaimana diketahui bersama di Kabupaten Pesisir Selatan juga telah dibentuk Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Selain itu juga, Pemkab Pessel melalui dinas Pertanian setempat agar bisa melakukan pendataan pada kelompok tani penerima bantuan alsintan pertanian, agar tidak disalagunakan . ( Rio)





