METRO PADANG

Aplikasi Srikandi, Pemko Hemat Anggaran Rp900 Juta

0
×

Aplikasi Srikandi, Pemko Hemat Anggaran Rp900 Juta

Sebarkan artikel ini
SRIKANDI VERSI 3— Asisten III Administrasi Umum Corri Saidan, membuka sosialisasi penggunaan aplikasi Srikandi versi 3, di Balaikota Aiepacah.

AIEPACAH, METRO-Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk me­ning­katkan tata kelola kearsipan de­ngan mengoptimalkan apli­kasi Sistem Kearsipan Dinamis Ter­integrasi (Srikandi) versi 3.

Kegiatan sosialisasi peng­gu­naan aplikasi Srikandi versi 3  dibuka oleh Wali Kota Padang yang diwakili Asisten III Ad­mi­nistrasi Umum Corri Saidan di Balaikota Padang, Kamis (15/2). Corri mengatakan Pemerintah Kota Padang melalui Surat Edaran Se­kretaris Daerah Nomor 100.3.4/1/BU-PDG/2023 tang­­gal 5 Januari 2023 se­c­ara resmi menggunakan apli­kasi Srikandi dalam per­suratan pada Or­gani­sasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Padang.

“Dalam perjalanannya, aplikasi Srikandi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia terus update, tahun ini beralih menggunakan ver­si 3. Sesuai dengan surat Arsip Nasional Republik Indonesia pada tanggal 29 November 2023 perihal penutupan akses semen­tara aplikasi Srikandi versi 2 dan akan diberlakukan aplikasi Srikandi versi 3 terhitung pada 12 Februari 2024,” jelasnya.

Baca Juga  Alokasikan Rp18,4 M, 3.420 Guru TPQ/TQA Bersertifikasi Terima Insentif, Kisaran Rp400 Ribu Sampai Rp650 Ribu

Aplikasi ini digunakan dalam pembuatan, pengi­ri­man dan penerimaan naskah dinas secara elek­tronik antar instansi pe­merintah. Selain itu, pada versi 1 dan 2 tentu juga menjadi  acuan.

“Melalui pemanfaatan pengelolaan arsip secara elektronik atau aplikasi srikandi diharapkan mem­permudah temu kembali arsip saat diperlukan da­lam rangka mendukung akun­tabilitas kinerja OPD,” terangnya.

Tak hanya itu, Corri menjelaskan terdapat fitur penggunaan arsip oleh yang berhak, serta fitur penyusutan arsip yang meliputi pemindahan dan pemusnahan arsip, teks edit, ‘multiple role’ atau pada saat mengakses bisa digunakan lebih dari satu hak akses.

“Aplikasi Srikandi versi 3 dapat memberikan noti­fikasi melalui ‘whatsapp’ serta dilengkapi dengan fitur tanda tangan surat lebih dari satu penan­da­tangan. Diharapkan mewu­jud­kan sistem pengelolaan ar­sip yang terintegritas antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus me­ningkatkan kinerja yang berjalan lancar, autentik, utuh dan terpercaya,” ha­rap­nya.

Baca Juga  113 Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Dilantik di Kota Pa­dang

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Feri Mulyani Hamid mengatakan, de­ngan diterapkannya apli­kasi Srikandi, Pemerintah Kota Padang telah berhasil menghemat anggaran men­capai hampir Rp900 ju­ta.

“Terdapat 99.493 nas­kah surat masuk, 106.683 naskah keluar dan naskah disposisi sebanyak 89.200. Melalui sosialisasi ini me­wujudkan sistem penge­lolaan arsip elektronik yang terintegrasi dan mem­bantu kelancaran ke­gia­tan kearsipan,” jelas Feri.

Sosialisasi tersebut ju­ga dibekali materi pem­bekalan arsip elektronik yang diikuti 52 administrator aplikasi Srikandi pada OPD di lingkungan Pemko Padang. (brm)