METRO SUMBAR

Belajar dari Peristiwa Isra’ Mikraj, Setiap Masalah Ada Solusi, Kuncinya Persatuan, Kekompakan dan Kebersamaa

0
×

Belajar dari Peristiwa Isra’ Mikraj, Setiap Masalah Ada Solusi, Kuncinya Persatuan, Kekompakan dan Kebersamaa

Sebarkan artikel ini
CERAMAH—Gubernur Sumbar Mahyeldi saat ceramah Isra' Mi'raj di Masjid Zulfa Dalam Koto, Nagari Kamang Hilia, Kec. Kamang Magek, Kabupaten Agam, Minggu (11/2).

AGAM, METRO–Gubernur Mahyeldi An­sharullah mengatakan pe­ristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW mengandung banyak pelajaran penting bagi kehidupan. Salah satunya tentang pentingnya bersikap tenang dan kembali pada ajaran agama saat menghadapi masalah.

Hal itu disampaikan Gu­bernur Mahyeldi saat memberikan tausiyah pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Zulfa Dalam Koto, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupa­ten Agam, Minggu (11/2).

Turut hadir dalam kegiatan tersebur, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius; Kepala Dinas Nakertrans, Nizam Ul Muluk; Kepala Biro Adpim, Mursalim; Kepala Dinas P3AP2KB, Darlin; Kepala Inspektorat Sumbar, Deliyarti; Kepala Dinas Per­kimtan, Rifda Suriani; Kepala DKP, Reti Wafda; Kepala DLH, Tasliatul Fuadi; serta Kepala Bidang SMK, Aris­wan

Baca Juga  Klaster Pasar Raya Padang Asal Pessel, 2 Pasien Positif Covid-19 Sembuh

“Banyak pelajaran dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang sangat relevan bagi kehidupan kita. Salah-satu­nya dalam hal menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Nabi Muhammad SAW berjalan dari Masjidil Haram ke Masjidil Al Aqsa, dari masjid ke masjid. Ini artinya, masjid sebagai simbol keaga­ma­an dan Ketuhanan adalah sebaik-baik tempat untuk mendapatkan ketenangan hati,” ujar Mahyeldi.

Gubernur menyeburkan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama dihadapi de­ngan hati dan perasaan yang tenang. Saat masalah datang, maka Islam sudah menyiapkan konsep untuk menyelesaikannya. Contoh, untuk penanganan masalah kemiskinan, Islam memiliki konsep untuk me­ngatasinya melalui zakat, infak, sadakah, dan wakaf.

“Selain itu, peristiwa lain yang diajarkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ialah pen­tingnya selalu berdialog dengan Allah SWT dan memperkuat hubungan de­ngan Allah melalui shalat. Nabi pernah ditanya oleh sahabat. Ya Rasulullah, engkau sudah pernah berdialog dengan Allah, bagaimana dengan kami. Nabi menjawab, shalat malam, bertahujudlah, me­mohon kepada Allah. Saat itulah engkau berdialog dengan Allah,” kata Gubernur lagi.

Baca Juga  Bupati Resmikan Gedung IGD RSUD Lubuk Sikaping

Pelajaran lainnya yang bisa diambil, katanya lagi, yaitu pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Di mana dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW selalu membangun komunikasi dan solidaritas dengan para nabi-nabi dan umat lainnya.

“Untuk mengatasi ma­salah yang berat, kuncinya persatuan, kekompakan, kebersamaan. Dan pada saat ini, pada setiap ma­salah yang saat ini sedang kita hadapi, tidak akan bisa selesai kalau kita tidak kompak,”ucap Gubernur menutup. (fan)