METRO SUMBAR

Akhir 2024, Angka Stunting harus di Bawah 14 Persen

0
×

Akhir 2024, Angka Stunting harus di Bawah 14 Persen

Sebarkan artikel ini
FOTOI BERSAMA—Anggota DPR RI Suir Syam foto bersama pemenang doorprize, BKKBN Provinsi Nova Dewita, anggota DPRD Kamrita, Camat Ikrar Fahlevi, saat sosialisasi, advokasi, koordinasi, informasi, dan edukasi penurunan stunting di Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (4/2/).

TANAHDATAR, METRO –Anggota DPR RI Komisi IX Suir Syam dengan mitra kerjanya BKKBN Su­matera Barat (Sumbar) melakukan sosialisasi, advokasi, Kordinasi, Informasi, dan edukasi penurunan stunting di Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (4/2/).

Hadir pada kempatan itu, Perwakilan BKKBN Sumbar Nova Dewita, anggota DPRD Tanahdatar Kamrita, Camat Lima Kaum, Kapolsek, Ketua BPRN serta tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.   “Pemerintah menargetkan diakhir 2024 angka stunting secara nasional harus di­bawah 14 persen, ini a­dalah upaya sinergitas yang yang dilakukan DPR bersama pemerintah untuk mencapai terget tersebut,” kata Suir Syam.

Ia mengatakan stunting merupakan kondisi pada anak yang ditandai dengan kurang tingginya badan anak apabila diban­ding dengan anak seusia­nya.

Stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama ma­sa pertumbuhan anak, lanjut dia.

Kemudian, sambung dia, stunting dapat pula terjadi karena kurangnya perhatian asupan gizi pada sejak masih dalam kandu­ngan hingga anak berusia 1.000 hari pertama. Maka dari itu, penting memastikan ibu mengonsumsi makanan yang bergizi selama hamil. “Kebutuhan asupan gizi anak harus terpenuhi sejak masih dalam kandungan. Asupan yang sangat penting meliputi ASI dan makanan pendamping ASI, ” katanya.

Menurutnya, pencegahan atau penurunan stunting merupakan tanggungjawab semua pihak, ma­syarakat, pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Menurut dia Pengobatan stunting dapat disesuaikan dengan mengetahui penyebabnya, misalnya dengan memperbaiki nutrisi, pemberian suplemen, atau menerapkan gaya hidup sehat.

Lalu, upaya lain yang biasa dilakukan dokter me­nangani stunting adalah, mengobati penyakit yang mendasarinya, memberikan nutrisi tambahan berupa suplemen, vitamin A, zat besi, zinc, dan yodium serta menerapkan perilaku hidup bersih dan memperbaiki sanitasi.  “Berharap para peserta sosialisasi menebarkan ilmu yang didapat kepada ma­sya­rakat di lingkungan ma­sing- ma­sing,” tambah dia. (ant)