BERITA UTAMA

Pagar SD Runtuh, Murid Tewas Tertimbun

0
×

Pagar SD Runtuh, Murid Tewas Tertimbun

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, METRO – Murid kelas 3 SDN 4 Sijunjung jadi korban robohnya pagar tembok pembatas sekolah setinggi 1,5 meter yang membatasi sekolah itu dengan SMP 19 Sijunjung. Berlokasi di Nagari Mundam, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Jumat (15/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mngguyur kabupaten Sijunjung sejak pagi hari. Korban pun tewas, akibat tertimpa reruntuhan tembok. Korban, Rizki Aditiya (9), warga jorong Ranah Pasar, Nagari Mundam Sakti, Kecamatan IV Nagari.
Kejadian itu berawal saat korban bersama dua orang temannya bermain saat jam istirahat sekolah, dimana pada saat itu kondisi hujan sangat lebat. Pada saat jam istirahat tersebut, posisi korban berada di balik pagar pembatas SDN 4 dan SMP 19 Sijunjung yang terbuat dari batako. Pagar roboh dan menimpa korban yang jaraknya sangat dekat dengan tembok tersebut. Korban pun tertimbun.
Melihat kejadian itu, dua orang teman korban memberitahukan kepada salah seorang guru. Namun nahas bagi Rizki, dia tak sadarkan diri saat dievakuasi dan saat diperiksa sudah meninggal dunia.
Kapolres Sijunjung AKBP Driharto melalui Kapolsek IV Nagari AKP Suyanto dan Kasubag Humas Iptu Nasrul membenarkan kejadian tersebut.
“Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kita langsung terjun ke lokasi kejadian bersama BPBD Sijunjung serta perangkat kecamatan dan nagari serta melakukan olah TKP dan memintai keterangan beberapa saksi,” ujarnya.
Kapolsek juga menuturkan, korban meninggal dunia di tempat. “Setelah dilakukan visum luar oleh tenaga medis, selanjutnya jenazah korban dibawa pulang pihak keluarga ke rumah duka di Jorong Kampung Pinang, Nagari Mundam Sakti, Kecamatan IV Nagari,” ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan terkait insiden runtuhnya tembok pagar pembatas antara SD 4 Sijunjung dengan SMP 19 Sijunjung tersebut informasi sementara diduga penyebab kejadian robohnya pagar SMP 19 Sijunjung tersebut diduga air yang mengalir saat hujan lebat mengguyur dari SMP 19 Sijunjung tidak bisa dibendung/ditahan oleh pagar sehingga pagar roboh sepanjang 15-20 meter.
“Namun, meskipun demikian saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk akan memanggil beberapa pihak terkait. Kita akan memanggil dan memintai keterangan dari beberapa pihak, termasuk pihak sekolah serta melakukan koordinasi dengan Polres Sijunjung,” tegasnya. (ndo)