METRO PADANG

Dinas Damkar Klaim Kasus Kebakaran Turun

0
×

Dinas Damkar Klaim Kasus Kebakaran Turun

Sebarkan artikel ini

RASUNA SAID, METRO – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Padang mengklaim jumlah kasus kebakaran menurun. Penurunan ini disinyalir karena sosialisasi rutin yang dilakukan kepada masyarakat.
Kepala Disdamkar Kota Padang, Hendrizal Azhar mengatakan, pada Januari 2019, jumlah kasus kebakaran yang terjadi di Kota Padang ada sebanyak 34 kejadian. Sementara itu, pada Februari 2019, jumlah kasus yang tercatat hanya 6 kejadian.
Angka ini berbeda cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama. Dimana pada Januari 2018 lalu, jumlah kasus kebakaran mencapai 44 kejadian. Sementara Februarinya mencapai 48 kejadian.
“Alhamdulillah, kasus intensitas kebakaran sudah mulai berkurang. Kita terus berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat,” cetus Hendrizal.
Dikatakannya, ada banyak upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kebakaran. Yakni dengan kesiapsiagaan penanggulangan, imbauan dan sosialisasi. Hendrizal mengimbau semua warga Kota Padang untuk selalu mewaspadai bahaya kebakaran.
“Potensi kebakaran selalu besar. Makanya masyarakat kita imbau untuk selalu waspada,” sebutnya.
Terkait keberadaan armada sebutnya, saat ini masih kurang. Saat ini, kata Hendrizal, armada yang tersedia baru 16 unit. Untuk memenuhi kebutuhan Kota Padang, perlu 7 unit lagi agar pelayanan maksimal.
Selain itu terang Hendrizal, hingga kini Dinas Damkar belum punya mobil tangga yang bisa memadamkan api untuk memadamkan api di bangunan bertingkat.
“Kita masih butuh 7 unit lagi dan satu unit mobil tangga. Tentunya kita berharap mohon dukungan dari legislatif nanti,” tukasnya.
Meski kekurangan armada, Disdamkar menurutnya tetap berupaya memaksimalkan layanan. Salah satunya menggencarkan sosialisasi dan pemakaian hidran dan apar (alat pemadam api ringan) pada setiap bangunan. Terutama bangunan perkantoran.
“Kita akan melakukan penyegelan terhadap kantor yang tidak memiliki apar atau hidran. Karena sudah ada aturannya,” sebutnya.
Sosialisasi penggunaan apar dan hidran ini menurutnya, telah mampu mengurangi potensi kebakaran di Kota Padang. Dia mencontohkan, pada 2016 lalu jumlah kasus kebakaran yang terjadi adalah sebanyak 315 bangunan. Sementara tahun 2017 menurun menjadi 270 bangunan.
Selain itu, penggunaan apar dan hidran juga telah mendatangkan PAD bagi Kota Padang melalui retribusi apar dan hidran. (tin)