METRO SUMBAR

”Solsel Maju Karena Ada Orang yang Berjuang di Ujung Sana”

0
×

”Solsel Maju Karena Ada Orang yang Berjuang di Ujung Sana”

Sebarkan artikel ini

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengapreasiasi kinerja seluruh guru tahfidz se-kabupaten yang telah berjuang selama beberapa tahun terakhir. U­paya dari para pendidik ini merupakan ‘investasi’ untuk generasi penerus Solok Selatan di masa depan.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan guru tahfidz merupakan sosok yang berjasa bagi Solok Selatan. Oleh sebab itu, pemerintah memperhatikan dengan memberikan pendalaman ilmu secara rutin setiap tahunnya.

“Saya ingin bertemu muka dengan siapa saja yang sudah berjasa untuk Solok Selatan. Saya yakin Solok Selatan bukan maju karena Bupati, Wakil Bbupati, atau Kepala Dinas. Tapi karena ada orang yang berjuang di ujung sana, seperti Bapak Ibu (Guru Tahfidz) semuanya,” kata Khairunas dalam Pembinaan Guru Tahfidz se-Kabupaten Solok Selatan Tahun 2024 di Hotel Pesona Alam Sangir, Senin (29/1).

Baca Juga  182 ASN Disumpah, Bupati: Jangan Sedikit-Sedikit Minta Pindah!

Untuk itu Bupati mengajak seluruh guru ini untuk terus melanjutkan perjua­ngan bersama membangun Solok Selatan sesuai de­ngan bidang masing-ma­sing.

Dalam  hal pembinaan ini, Khairunas menyampaikan bahwa ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi para guru Tahfizd Quran yang mendukung program unggulan pemerintah daerah yaitu Satu Jorong Satu Rumah Tahfizh Quran.

Dengan jumlah mencapai 274 rumah tahfidz binaan pemerintah dan 105 rumah tahfidz mandiri, maka peningkatan kompetensi ini menjadi satu hal yang penting.

Di samping kompetensi, pemerintah juga menaruh perhatian penuh pada kesejahteraan para guru ini. Untuk itu rencananya pemerintah akan kembali mengkaji mengenai honorarium pengajar tahfidz ini ke depannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan kebera­daan rumah tahfidz ini menjadi elemen penting dalam pembangunan. Pa­sal­nya, tak hanya mendi­dik generasi penghafal Al-quran saja, namun juga ge­nerasi yang menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat islam. “Rumah tahfidz ini harus menjadi program yang menarik bagi anak-anak. Pemerintah juga berusaha terus untuk memberikan ruang bagi anak-anak ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Sumbar Jemput Aspirasi Pendidikan di Tanah Datar

Zigo menekankan bahwa pendidikan karakter melalui rumah tahfidz ini ke depannya akan menentukan masa depan bangsa. Sehingga tak hanya de­ngan pendidikan formal, namun juga dibekali dengan ilmu agama.

Adapun pembinaan ini dilakukan kepada seluruh guru tahfidz se-Solok Selatan secara bergiliran. Pada gelombang pertama ini untuk guru yang berasal dari rumah tahfidz di Kecamatan Sangir dan Kecamatan Pauh Duo dengan jumlah 77 orang.

Setiap gelombang pembinaan ini akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Pembinaan ini dilakukan dengan menghadirkan naraasumber sesuai dengan bidangnya, yakni bidang hafidz quran, tafsir, fiqih, dan juga bahasa Arab. (ped/rel)