METRO SUMBAR

BPS Sumbar: Erupsi Marapi Berpotensi Picu Inflasi

0
×

BPS Sumbar: Erupsi Marapi Berpotensi Picu Inflasi

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar  menilai erup­si Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar berpotensi memicu inflasi khususnya di sektor pangan.

“Kalau terjadi gangguan pasokan akibat bencana alam seperti erupsi gunung api, maka harga akan ikut terderek,” kata Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, (24/1).

Untuk diketahui komoditas bawang merah, cabai keriting, lobak dan sayur-sayuran, selain dipasok dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagiannya didatangkan dari Ka­bupaten Agam dan Tanah Datar untuk memenuhi kebutuhan masya­rakat di Sumbar.

Namun, sejak terjadinya erupsi Gunung Marapi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) sejumlah kebutuhan sayur-sayuran naik dan terganggu. BPS setempat memperkirakan jika kondisi itu terus berlangsung, maka dapat me­micu inflasi.

Baca Juga  Cegah Maksiat, Perlu Ada Pos Pol PP di Taman Spora Painan

“Daerah-daerah penghasil komoditas tadi terdampak erupsi, sehingga stok menjadi terganggu. Sementara, di saat bersamaan kebutuhan relatif sama. Otomatis ini memberikan tekanan harga sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya inflasi,” katanya.

Menyikapi potensi terjadinya inflasi sejumlah komoditas tersebut, Sugeng mengatakan lembaga itu secara berkala terus mela­kukan kajian bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan termasuk upaya mengendalikan harga.

Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (Unand), Yulia Anas mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan harga dan inflasi akibat erupsi Gunung Marapi, pemerintah harus segera menyiapkan langkah antisipasi.

Baca Juga  Disdik Sosialisasikan Takola e-RKAS BOS SMK 2019

Langkah itu misalnya dengan menggenjot sektor pertanian di kabupaten lain untuk memproduksi cabai merah, tomat, terong, lobak dan sayur-sayuran lainnya yang selama ini dipa­sok dari Kabupaten Agam maupun Kabupaten Tanah Datar.

Ini masalah bencana dan kita tidak tau kapan erupsi ini berakhir. Oleh karena itu, pasokan komoditas pangan itu harus digenjot di daerah lain,” tuturnya. (cr1)