Inter Milan sukses memenangi gelar Piala Super Italia ketiga berturut-turut pada Selasa (23/1) dini hari WIB. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, menjadi pahlawan bagi timnya setelah mencetak gol di menit-menit terakhir untuk meraih kemenangan dramatis 1-0 atas 10 pemain Napoli.
Kemenangan tersebut juga memberi Inter gelar Supercoppa kedelapan, hanya tertinggal satu gelar di belakang rekor milik Juventus dengan koleksi sembilan gelar.
Pertandingan di Al-Awwal Park merupakan final pertama dari format Piala Super yang diikuti empat tim, yang menampilkan pemenang dan runner-up Liga dan Piala Italia.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Inter yang ingin mencatatkan hattrick juara tampil ngotot.
Pada menit 15 Di Marco berhasil mendapatkan peluang dengan melakukan tendangan keras mendatar yang masih sedikit melebar di sudut kiri gawang Napoli.
Pada menit 31 Lautaro Martinez mendapat umpat akurat dari Acerbi yang kemudian diselesaikan dengan sundulan yang sayangnya masih melenceng. Babak Pertama berakhir dengan skor sama kuat 0-0.
Napoli bukan tanpa peluang. Pada menit 51 Khvicha Kvaratskhelia melakukan tendangan melengkung dari sisi kanan. Namun, masih bisa diselamatkan oleh Yann Sommer.
Petaka muncul bagi Napoli. Pada menit 69 Giovanni Simeone harus mendapat kartu kuning kedua setelah menginjak kaki Acerbi. Napoli harus bermain dengan sepuluh pemain hingga akhir pertandingan.
Inter Milan akhirnya bisa memecah kebuntuan setelah Lautaro Martinez berhasil mencetak gol pada menit 91.
Lautaro berhasil mencetak gol setelah menerima umpan datar dari Pavard yang berhasil diselesaikan dengan dengan tendangan keras ke arah gawang Napoli. Skor 1-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
“Kami harus memberi selamat kepada Napoli, mereka memainkan permainan yang hebat,” kata Pelatih Inter Simone Inzaghi, yang menjadi pelatih pemenang rekor Supercoppa dengan lima gelar, dikutip dari Mediaset.
“Kami bermain di semifinal tiga hari lalu dan kemudian final hari ini. Itu adalah sesuatu yang baru bagi semua orang. Kami menjaga fokus kami tetap tinggi,” imbuhnya.
Gol kemenangan Martinez terjadi di masa tambahan waktu ketika Benjamin Pavard melakukan solo run yang hebat. Dia kemudian memberikan umpan silang dari kanan untuk menemukan striker Argentina itu di kotak enam yard untuk penyelesaian ke gawang lawan.
Inter mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Giovanni Simeone dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-60. Anak dari Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, itu mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Francesco Acerbi.
“Saya sangat bangga dan bahagia. Kami tersingkir dari Piala Italia, jadi kami ingin memenangkan Piala Super,” kata Martinez yang mencetak 21 gol dalam 27 pertandingan di semua kompetisi musim ini.
“Itu sulit karena kami kurang istirahat sehari. Kami tidak tajam, tapi saya bangga dengan tim ini. Gol tersebut menimbulkan emosi yang luar biasa, momen yang unik,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Inter Milan berhasil menjadi juara Piala Super Italia edisi 2023/2024. Gelar ini merupakan yang ke delapan di ajang tersebut. Selain itu, Inter Milan juga berhasil melakukan hattrick gelar juara mulai musim 2021/22, 2022/23 dan 2023/24. (jpg






