JAKARTA, METRO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merubah susunan dalam tema debat keempat Pilpres 2024. Diketahui, tema yang awalnya ada tujuh kini menjadi enam yang akan menjadi pembahasan dalam debat.
KPU sebelumnya menyusun tujuh tema yang untuk dibahas dalam debat, yakni Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, dan Masyarakat Adat dan Desa.
“Temanya dari tujuh tema itu kemudian kami sudah tata menjadi enam tema, tema pertama Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup, tema yang kedua Sumber Daya Alam dan Energi, tema yang ketiga Pangan, tema keempat Agraria, tema kelima Masyarakat Adat, dan tema keenam Desa,” kata Komisioner KPU RI August Mellaz di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).
Selain perubahan tema debat, KPU RI juga mengumumkan 11 nama panelis debat keempat Pilpres 2024 yang bakal diikuti tiga calon wakil presiden di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Minggu (21/1) mendatang.
August Mellaz menyebutkan, 11 nama itu telah mengonfirmasi kesediaan mereka menjadi panelis dan dikarantina dua hari sebelum acara debat yaitu pada Jumat (19/1).
“Untuk panelis, kami sudah mendapatkan konfirmasi kesediaan dari 11 orang yang akan kami karantina, nanti tanggal 19 (Januari) hari Jumat,” kata August Mellaz.
Para panelis itu terdiri atas mayoritas akademisi dan beberapa diantaranya praktisi yang tergabung dalam organisasi masyarakat sipil.
Nama-nama panelis untuk debat keempat Pilpres 2024, yaitu Prof. Abrar Saleng (Ahli Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam Universitas Hasanuddin), Dr. Arie Sudjito (Sosiolog Pedesaan/Dosen Fisipol Universitas Gadjah Mada), Prof. Arif Satria (Ahli Ekologi Politik/Rektor Institut Pertanian Bogor), Dewi Kartika (Ahli Agraria/Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria), Fabby Tumiwa (Ahli Transisi Energi/Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform), dan Prof. Hariadi Kartodihardjo (Ahli Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup/Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB).
Kemudian, ada pula Prof. Ridwan Yahya (Ahli Kehutanan dan Lingkungan Hidup/Guru Besar Teknologi Hasil Hutan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu), Rukka Sombolinggi (Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), Prof. Sudharto P. Hadi (Pakar Manajemen Lingkungan/Rektor Universitas Diponegoro 2010–2015), Prof. Sulistyowati Irianto (Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia), dan Tubagus Furqon Sofhani (Ahli Perencanaan Wilayah dan Pedesaan Institut Teknologi Bandung).
Disinggung terkait naradamping (liaison officer/LO) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada debat keempat pemilihan presiden (Pilpres) nanti, bakal ditambah. Hal ini bertujuan agar setiap area pendukung masing-masing pasangan calon (paslon) memiliki LO-nya. Pasalnya, para LO tersebut yang akan menjadi kepanjangan tangan KPU untuk mengingatkan pendukung agar berlaku sesuai ketentuan.
“Di pertemuan rapat koordinasi (dengan tim pasangan calon), salah satu isu tentu saja ini (ketertiban pendukung),” kata August Mellaz
Kemudian, para LO dengan akses penuh akan ditempatkan secara khusus dekat dengan KPU RI agar dapat sama-sama mengobservasi pelaksanaan debat. Agust mengatakan, LO tambahan akan berjumlah masing-masing dua orang. Satu orang akan ditempatkan di area pendukung di kursi belakang cawapres yang berdebat. Kemudian, satu orang lainnya akan ditempatkan di area pendukung di depan cawapres.
Sebelumnya, isu ketertiban pendukung ini menjadi salah satu soal yang ditemukan saat debat ketiga Pilpres pada 7 Januari 2024. Sejumlah orang diduga pendukung capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terekam mengumpat dan meneriaki Anies Baswedan selama debat berlangsung.
Sementara itu, para pendukung capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, rutin mengacungkan salam tiga jari ala Hunger Games ketika Prabowo berbicara dalam debat, yang dianggap sebagai cara merusak konsentrasi. Situasi ini sampai membuat anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka, menghampiri langsung moderator debat saat jeda pariwara untuk melayangkan protes. (*/rom)






