PAYAKUMBUH/50 KOTA

Dukung Capaian SPM, DWP Limapuluh Kota Gelar Sosialisasi Penyakit Tidak Menular

0
×

Dukung Capaian SPM, DWP Limapuluh Kota Gelar Sosialisasi Penyakit Tidak Menular

Sebarkan artikel ini
PRIKSA KESEHATAN—Terlihat warga saat melakukan pemeriksaan kesehatan, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar Sosialisasi Penyakit Mendalam (SPM) akhir pekan kemarin di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kegiatan yang disertai de­ngan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan pertemuan bulanan perdana di awal tahun 2024.

Dalam sambutannya, Ke­tua DWP Lima Puluh Kota Ny. Elwalina Herman Azmar me­ngatakan acara sosialisasi diharapkan dapat menambah pemahaman anggota DWP sehingga dapat mendeteksi dan memantau faktor risiko Pe­nyakit Tidak Menular dalam keluarga.

Baca Juga  Gubernur: Pola Kampung Tangguh Payakumbuh dapat jadi Contoh

”Pendeteksian dan pencegahan dini perlu dilakukan karena ibu mempunyai peran pen­ting dalam kesehatan keluarga,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elwalina juga menjabarkan 13 Rencana Kerja (Renja) tahun 2024 yang perlu mendapat skala prioritas untuk dilaksanakan. “Agar Renja tersebut terlaksana dengan baik diharapkan seluruh unit dapat mendata anggota dan kepengurusannya,” ujar Ketua DWP Lima Puluh Kota.

Sementara itu, dr. Edison selaku narasumber meng­ungkapkan, data dari Kementrian Kesehatan pada tahun 1990 penyakit yang terbanyak adalah penyakit infeksi seperti : TBC, cacar dan sebagainya. Dengan bergesernya perekonomian, pendidikan pada ta­hun 2017 ternyata penyebab kematian tertinggi disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, ginjal, hipertensi, jantung dan sebagainya.  “Maka dari itu untuk pencegahannya perlu bagi kita untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Seperti moto Dinas Kesehatan yaitu sehat bukan segala-galanya, tapi tanpa sehat segalanya tiada arti,” pungkas dr. Edison. (uus)

Baca Juga  Smart SIM Bisa Digunakan untuk Pembayaran Elektronik