BERITA UTAMA

Tawuran, 2 Pelajar SMP Diciduk Warga Kedapatan Bawa Celurit

0
×

Tawuran, 2 Pelajar SMP Diciduk Warga Kedapatan Bawa Celurit

Sebarkan artikel ini
TAWURAN— Polisi bersama warga mengamankan dua pelajar SMP yang tawuran membawa celurit.

PADANG, METRO–Ngeri. Aksi tawuran yang melibatkan kelompok pelajar dari seko lah berbeda tingkat SMP pecah di sekitar Balai Kota Padang, Jumat (12/1/2024) sekitar pukul 13.30 WIB. Mirisnya, para pelaku tawuran itu membawa berbagai jenis senjata tajam yang diguanakan untuk saling menyerang.

Namun, warga setempat bersama Polisi dari Polsek Koto Tangah membubarkan aksi tawuran yang sangat meresahkan itu hingga berhasil mengamankan dua pelaku tawuran berinisial AYT (14) dan BA (13). Dari kedua pelajar itu, turut disita satu senjata tajam enis celurit.

Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Yanti Delfina mengatakan, personel Polsek Koto Tangah berhasil mengamankan dua pelaku tawuran yang masih di bawah umur bersama sejumlah barang bukti termasuk senjata tajam.

Baca Juga  Data Potensi Desa Tentukan Kebijakan Pembangunan Desa

“Kedua pelajar AYT dan BA ini membawa senjata tajam jenis samurai yang telah dimodif, keduanya langsung diminta keterangan. AYT diketahui seorang pelajar yang tinggal di Lubuk Buaya dan BA tinggal Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah,” kata  IpdaYanti.

Dijelaskan Ipda Yanti, kedua pelajar ini ditangkap dalam patroli yang dilakukan oleh personel Polsek Koto Tangah. Sebelumnya, kedua pelajar itu terlebih dahulu diamankan oleh warga lalu diserahkan ke Polisi.

“Saat patroli, petugas awalnya mendapati kelompok pelajar berkumpul- kumpul di kawasan Kayu Kalek dan di kawasan Koto Panjang, Ikur Koto. Kemudian patroli dilanjutkan ke kawasan Kantor Balai Kota Padang dan ditemukan dua orang pelajar yang di tangkap masa saat sedang tawuran,” ungkapnya.

Baca Juga  Tolak RUU PKS, Massa Seruduk Kantor DPRD Sumbar

Menurut Ipda Yanti, kedua pelajar itu selanjutnya dibawa ke Mapolsek Koto Tangah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sekaligus pembinaan. “Terkait tawuran, kami mengimbau kepada orang tua untuk terus mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus ke aksi-aksi yang sangat berbahaya itu,” tutupnya. (brm)