BUPATI Padangpariaman Suhatri Bur mengatakan Padangpariaman berjaya adalahh visi dan misi daerahnya dalam wujudkan cita-cita dan tujuan dari pembangunan yang tertuang dalam RPJMD.
“Kami dalam menitikberatkan terhadap pembangunan agribisnis, perdagangan dengan didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dalam mewujudkan Padangpariaman pada HUT ke 191 tahun 2024,” kata Suhatri Bur, saat rapat paripurna HUT Padangpariaman ke-191, di gedung DPRD.
Katanya, kemerosotan perekonomian akibat pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua aspek. Namun, Pemkab Padangpariaman terus bangkit, fokus kepada capaian visi dan misi berdasarkan potensi daerah dengan bersinergi antara pemerintah dengan swasta dan seluruh stakeholder.
“Hal penting telah kami lakukan berinovasi dalam pencapaian visi dan misi yang dilaksanakan seluruh OPD dan nagari. Pada 2023, kita telah melahirkan 282 inovasi. Dan, menempatkan Padangpariaman sebagai kabupaten terinovatif di Sumbar. Lagi, peringkat 7 Nasional Kabupaten terinovatif,” ujarnya.
Dia menyebutkan, kebijakan membangun iklim investasi yang kondusif dan sinergisitas dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi menjadi stra tegi yang penting dalam percepatan pembangunan di Padangpariaman.
Sehingga tahun 2022 realisasi investasi mengalami peningkatan yang signifikan, menjadi Rp.1.461 .253. 846. 697, pada tahun sebelumnya 2021 hanya Rp.997. 633. 820. 050. “Dari stra/tegi dan kebijakan yang telah dilakukan di atas, telah mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,87% (tertinggi di Sumbar) dibandingkan, ketika tahun 2020, awal menjabat sebagai supati sebesar -10, 46%,” ujar Suhatri Bur.
Selanjutnya, tingkat kemiskinan mengalami penurunan sebesar satu persen dari 7,22% pada tahun 2021 menjadi 6,25% pada tahun 2022. Artinya, 7,97 ribu jiwa penduduk Padangpariaman telah terlepas dari kemiskinan.
Ia menyatakan, juga tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2022 mengalami penurunan hampir dua persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 6,60%.
Sedangkan, Indeks Gini Ratio (IGR) pada tahun 2022, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 0,245. Angka ini, dibawah Provinsi Sumbar sebesar 0,3. Tentu, ketimpangan di daerah ini lebih rendah dibandingkan Provinsi Sumbar.
Sementara, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat selalu meningkat selama sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2020, IPM sebesar 70,61. Secara umum, besaran nilai IPM ini tergolong berstatus tinggi (70d” IPM<80). Tahun 2021 meningkat menjadi 70,76. Dan pada rentang Tahun 2022-2023 naik menjadi 71,63.
Sementara Wagub Audy Joinaldy mengatakan selamat buat hari jadi Padangpariaman ke-191 tahun 2024, semoga maju bersama untuk Kabupaten Padangpariaman berjaya.
Dia mengatakan, Padangpariaman penyumbang tertinggi pada tahun 2023 di Sumbar. Hal itu dapat pada ratio kesenjangan kemiskinan. “Ini sudah bagus, karena warga rantaunya melalui PKDP sangat peduli kepada halamannya. Melalui kekuatan paguyuban itu akan terbangun kalaborasi sangat bagus dan kuat untuk membangun ekonomi, ipm, dan sebagainya,” ujarnya.
Untuk itu Audy mengajak agar selalu kompak dan kebersamaan yang perlu dipegang sebagai modal dasar. Keberhasilan itu perlu ditingkatkan masa mendatang. “Untuk itu mari kita bersama sama mendukung program pembangunan yang berkelanjutan dalam mewujudkan Padangpariaman berjaya dalam segala bidang pembanguna,” katanya.
Rapat paripurna juga diakhir dengan pemotongan tumpeng dan kue. Diawali oleh Wagub Audy Joinaldy dengan menyuapkan kepada Bupati Suhatri Bur. Terakhir, penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan, serta hadiah lomba kepada pemenang. (**)






