BERITA UTAMA

Menteri PUPR Targetkan Tol Padang-Sicincin Tuntas Juli 2024, Perjuangan Gubernur Sumbar Membangun Infrastruktur Strategis Membuahkan Hasil

0
×

Menteri PUPR Targetkan Tol Padang-Sicincin Tuntas Juli 2024, Perjuangan Gubernur Sumbar Membangun Infrastruktur Strategis Membuahkan Hasil

Sebarkan artikel ini
PEMBANGUNAN TOL— Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengunjungi lokasi pembangunan jalan tol ruas Padang-Sicincin, Kamis (11/1).

PADANG, METRO–Pembangunan infrastruktur berkeadilan menjadi salah satu prioritas pembangunan 2024 Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mah­yeldi Ansharullah.

Tidak hanya melaksa­nakan pembangunan in­fras­truktur yang dibiayai oleh APBD Sumbar, kese­riusan Mahyeldi memba­ngun infrastruktur dibuk­tikan dengan perjuangan­nya ke pemerintah pusat untuk dapat menuntaskan se­jumlah proyek pemba­ngunan nasional di Sumbar.

Tidak tanggung-tang­gung, Mahyeldi bahkan menyampaikan langsung kepala Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat ber­kunjung ke Sumbar tahun 2023.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Jokowi memerintahkan Menteri Pekerjaaan Umum dan Pe­r­umahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk menindaklanjuti sejumlah rencana proyek pemba­ngu­nan infrastruktur nasio­nal di Sumbar. Semua pro­sesnya langsung diperce­pat oleh pemerintah.

Bahkan di awal tahun 2024 ini, tepatnya Kamis, (11/1), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkunjung ke Sumbar. Bersama Gu­bernur Mahyeldi, Basuki mengunjungi lokasi pem­bangunan jalan tol ruas Padang-Sicincin hari ini.

Kedatangan Basuki ke Ranah Minang tersebut, tidak hanya memberikan harapan dan kepastian per­cepatan pembangunan jalan tol Padang-Pekan­baru saja. Tapi juga sejum­lah pembangunan infras­truktur penting lainnya. Seperti, perbaikan jem­batan Kiambang Padang Pariaman, penataan Fly Over Kelok Sembilan hing­ga rencana pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.

Mahyeldi mengatakan, Menteri PUPR Basuki Ha­dimuljono bahkan telah meminta agar PT Hutama Karya (HK) menambah jumlah tenaga kerja agar jalan tol Padang-Sicincin rampung pada bulan Juli mendatang.

“Beliau telah menanda­tangani dan menargetkan agar  jalan tol Padang-Si­cincin selesai pada bulan Juli. Untuk pembebasan tanah, Alhamdullilah ATR/BPN menyampaikan bah­wa pembebasan tanah le­bih kurang sudah men­capai 98 persen,” ujar Mah­yeldi.

Mahyeldi mengatakan, sebagian kecil tanah yang belum dibebaskan, saat ini  sudah saat  berada dalam tahap penyelesaian oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bersama   Badan Pertanahan Negara (BPN).

“Kemudian ada bebe­rapa titik yang  perlu kita koordinasikan dengan pe­merintah Kabupaten Pa­riaman sekaitan dengan Exit Tol, Kita melihat seka­rang ini hanya tinggal ba­gaimana HK memaksi­mal­kan dan mendorong agar ada peningkatan tenaga kerja disetiap ruas karena memang masalah tanah sudah bisa dikatakan clear,” jelas Mahyeldi.

Selain meninjau pro­gress pembangunan Jalan Tol Padang- Sicincin, Men­teri PUPR Basuki Hadi­muljono bersama Mahyel­di juga telah meninjau jem­batan Kiambang di Ka­bupaten Padang Pariaman yang tiang penyangganya terlihat miring usai di­ter­jang banjir beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Mahyeldi menyatakan Menteri PUPR telah memerintahkan agar proses perbaikannya se­gera ditenderkan jika me­mang perencanaannya te­lah selesai dilakukan.

“Beliau juga meme­rin­tahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) un­tuk segera mereview de­sain penataan Kelok Sem­bilan. Sekaitan Fly Over Sitinjau Lauik, sudah kita tanyakan juga. Prosesnya saat ini sudah berjalan di Kementerian Keuangan,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi berharap se­lu­ruh progress pemb­a­ngu­nan proyek infras­truk­tur strategis di Sumbar ini, hendaknya bisa berjalan dengan lancar. Atas dasar itu, ia meminta agar peme­rintah kabupaten, kota dan Pemprov Sumbar untuk me­maksimalkan koor­dinasi.

“Insya Allah, saya juga sudah sampaikan kepada Bapak Menteri bahwa saya akan meninjau langsung ke lapangan untuk memas­tikan seluruh pelaksanaan benar-benar maksimal de­ngan pengerahan tenaga kerja,” pungkasnya. (AD.ADPSB)