METRO SUMBAR

Kusus Covid 19 Belum Ada, Nazifah: Kasus DBD Tinggi Sepanjang Tahun 2023

0
×

Kusus Covid 19 Belum Ada, Nazifah: Kasus DBD Tinggi Sepanjang Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2024 01 08 19 47 42 57 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12
Nazifah Kadis Kesehatan Kota Pariaman

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah menyatakan hingga kini kasus covid 19 belum ada dalam Kota Pariaman. Namun tingkat kasus DBD yang tinggi sepanjang tahun 2023. Pasalnya. sepanjang tahun 2023 telah terjadi 163 kasus DBD. “Bahkan awal tahun 24 telah terjadi kasus DBD satu dengan kondisi pasien meninggal dunia. Karena itulah kita menghimbau kepada semua lampisanmasyarakat untuk selalu melakukan aksi bersih bersih di lingkungan rumah kita,” kata Nazifah, kemarin.

Katanya, dalam antisipasi DBD ini dinasnya telah melakukan himbauan kepada semua masya­rakat Kota Pariaman semu Organisasi Perangkat Da­erah (OPD) di lingkungan Pemko Pariaman untuk selalu melakukan aksi bersih bersih dalam ling­kungannya. “Bahkan kita meminta dan menghimbau semua OPD se Kota Pariaman untuk melakukan gontong royong da­lam memberishkan ling­kungan kantor setiap hari agar tidak bersarang nyamuk yang dapat menye­babkan kematian bagi seorang manusia,” ujarnya.

Baca Juga  Perkuat Pola Kerja Sama, Jurnalis se-Dharmasraya dan Kominfo Sambangi Kota Medan

Himbau tersebut dilakukan katanya, agar semua kantor OPD di ling­kungan Pemko Pariaman sellau dalam kondisi bersih sepanjang hari. Se­hingga semua Aparatur Sipil (ASN) yang melaksanakan tugas perkantoran selalu terhindari dari serangan nyamuk berbahaya itu.

Kemudian katanya, Dinas Kesehatan Kota Pariaman dalam mengantisipasi serangan nyamuk DBD dengan melakukan semprotan ( Poging ) ke rumah rumah masyarakat yang ada laporan atau masyarakat yang terdampak dari penyakit tersebut.  Selanjutnya, tentang kasus erupsi Gunung Me­rapi juga telah mengimbau warga di daerah itu untuk menggunakan mas­ker di luar ruangan guna menghindari dampak erupsi Gunung Marapi yang terus terjadi sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan. “Kami telah mengeluarkan imbauan agar warga mengurangi aktifitas di luar ruangan dan ketika keluar ruangan diminta menggunakan masker,” katanya.

Baca Juga  PKK Berbenah Hadapi HKG PKK 2019

Dia juga mengatakan sebelum imbauan dikeluarkan sudah ada warga yang menggunakan mas­ker saat berkendara yang hal itu menurutnya karena adanya kesadaran dari warga di daerah itu yang merasakan adanya debu erupsi Gunung Marapi. Pemko Pariaman, lanjutnya juga mengurangi kegiatan di luar ruangan guna mengurangi dampak erupsi pada kesehatan. Kegiatan di luar ruangan akan dilaksanakan jika sebe­lumnya daerah itu diguyur hujan. “KIta  berharap warga di daerah itu me­ngikuti imbauan yang dikeluarkan pemerintah se­tempat agar bencana yang terjadi tidak berdampak pada kesehatan,” ung­kapnya mengakhiri. (efa)