METRO SUMBAR

Tidak Ada Tempat untuk Rohingya di Indonesia, Koarmada I Siap Kerahkan Kapal Perang

0
×

Tidak Ada Tempat untuk Rohingya di Indonesia, Koarmada I Siap Kerahkan Kapal Perang

Sebarkan artikel ini
PERIKSA PASUKAN— Panglima Komando Armada I Laksamana Muda (Laksda) Achmad Wibisono periksa pasukan, di Halaman Mako Lantamal II Padang, Bukik Peti Peti, Telukbayur, Senin (8/1).

PADANG, METRO–Panglima Komando Armada I Laksamana Muda (Laksda) Achmad Wibi­sono, mengaku  dari informasi badan pengungsi PBB (UNCHR) saat ini tercatat lebih dari 1.500 wwarga Rohingya telah mendarat di Indonesia sejak bulan November 2023 lalu. Namun warga Rohingya kini menghadapi penolakan dari warga, khususnya warga Aceh.

“Bahkan penolakan itu melebar ke Sumatera karena tindaktanduk mereka membuat warga Aceh berang.

Untuk menyikapinya, KomandoArmada (Koarmada) I yang bermarkas di Tanjung Pinang siap kerahkan kapal patroli, jika perlu kita lakukan  pengusiran dengan kapal perang,” ungkap Pangkoarmada I Laksamana Muda (Laksda) Achmad Wibisono usai sertijab Dalantamal II Pa­dang dari pejabat lama Laksamana Pertana TNI Benny Febri kepada pejabat baru Laksamana Pertama TNI Syufenri, S.Sos, M.Si kepada POSMETRO di Mako Lantamal II Bukik Peti Peti,   Senin (8/1).

Disebutkan Achmad Wibisono, biasanya pe­ngungsi Rohingya naik kapal kayu menuju Indonesia melewati Perairan Timur Pulau Weh, Sabang.

Kapal kayu yang me­ngangkut pengungsi Rohingya itu terindikasi praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Rohingya. Untuk itu saat ini kita lebih intens lagi me­lakukan patroli keklawasan rawan masuknya para pe­ngungsi Rohingya itu.

Menurut  Laksda Achmad Wibisono, pemerintah Indonesia bertekad memburu para pelaku TPPO khususnya pada permasalahan yang terjadi di Aceh.

Upaya tersebut telah menjadi kewajiban Indonesia sesuai Konvensi PBB dalam menentang tindak pidana transnasional.

“Hingga saat ini, TNI AL secara terus menerus men­g­­gelar operasi sepanjang tahun, tentunya termasuk dalam mengamankan wilayah laut yurisdiksi nasional dari berbagai tindak illegal hingga ancaman kedaulatan,” tegas Achmad Wibisono.

Dijelaskan bahwa pada Rabu 27/12 Tahun 2023) lalu, sekelompok mahasiswa mendatangi sebuah pusat konvensi yang menampung ratusan warga Rohingya di ibu kota Aceh, menyerukan deportasi me­reka.

“Indonesia telah men­desak pihak berwenang Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Rohingya dan menyatakan akan menindak tegas tersangka penyelundup manusia yang terlibat dalam gelombang kedatangan pengungsi terbaru itu,” tutur Achmad Wibisono.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali telah menegaskan bahwa seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa mening­katkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima, melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. (ped)