PAYAKUMBUH/50 KOTA

Sampah Menggunung, DPRD Belum Berencana Panggil Pj Wako

0
×

Sampah Menggunung, DPRD Belum Berencana Panggil Pj Wako

Sebarkan artikel ini
TUMPUKAN SAMPAH DI JALAN— Sejak TPA Regional Payakumbuh tidak berfungsi lagi, pemandangan berupa tumpukan-tumpukan sampah di sepanjang jalan sangat mudah dijumpai, seperti terlihat di salah satu ruas jalan utama Kota Payakumbuh, kemarin.

SUKARNOHATTA, METRO–Masalah sampah yang terlihat “menggunung” disepanjang jalan utama Kota Payakumbuh, jalan Sudirman sampai jalan Sukarno Hatta, menjadi perbincangan hangat di Kota Payakumbuh sejak beberapa hari terakhir ini, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hamdi Agus.

Mengapa tidak, sejak terjadinya longsor di TPA regional Sumbar Kelurahan Kapalo Koto Ampa­ngan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Pa­ya­kumbuh, akhir Desember lalu, puluhan ton sampah masih menumpuk di titik-titik pembuang sampah.

“Kemaren kita telah rapat bersama Pj. Wali Kota Payakumbuh serta seluruh unsur Forkopimda ada beberapa solusi yang dihasilkan,” kata Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus di ruang kerjanya, Selasa (2/1).

Mengantisipasi permasalah itu, Hamdi me­nyebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama agar tidak terjadi penumpukan sampah di Payakumbuh. “Ya masing-ma­sing kita itu harus selalu berupaya mengurangi penggunaan bahan-bahan dari plastik atau bahan lain yang susah diurai untuk kebutuhan setiap hari­nya,” ucapnya.

Baca Juga  SDN 11 Payakumbuh Masuk Adiwiyata Mandiri, Membudayakan Hidup Bersih, Wujudkan SDM Anak Didik Berkualitas

Selain itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh juga meminta masyarakat bisa memilah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah. “Kami juga terus mendorong masyarakat untuk memilah sampah ini, mana yang organik dan non organik. Sampah-sampah yang bisa di daur ulang/dimanfaatkan kembali harus segera dimamfaatkan mi­salnya sampah yang bisa dijadikan pupuk organik,” ucapnya.

Politisi PKS Kota Payakumbuh ini sangat yakin bila pemilahan sampah organik dan non organik ini dilakukan dari rumah tangga dan dilakukan daur ulang atau dijadikan kompos untuk sampah orga­nik, maka pesoalan sampah di Kota Payakumbuh bisa teratasi. “Saya yakin, kalau itu bisa diterapkan di masyarakat kita, insyaallah masalah sampah ini bisa kita atasi,” pung­kasnya.

MINGGU DEPAN RAPAT KERJA DENGAN LH

Ketua DPRD Kota Pa­yakumbuh Hamdi Agus ketika ditanya terkait pesoalan sampah apakah DPRD Kota Payakumbuh akan memanggil Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman. “Belum, kita hanya berencana minggu depan melakukan rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Payakumbuh,” sebut Hamdi Agus, kepada wartawan.

Baca Juga  Menjadi Pendidik Taman Kanak-Kanak Butuh Kesabaran

Hamdi Agus juga me­nyebut, sudah saatnya Kota Payakumbuh memi­liki Tempat Pengbuangan Akhir (TPA) sampah sendiri. “Sudah harusnya Pa­yakumbuh punya TPA sen­diri. Dan memang sejak terjadi longsor akhir De­sember 2023 kemarin, ada wacana kerjasama de­ngan Pemda Lima Puluh Kota untuk mencari lahan bersama untuk TPA Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dan wacana itu akan ditindaklajuti dengan pem­bicaraan lanjutan,” ungkap Hamdi Agus.

Untuk diketahui pro­duksi sampah Kota Payakumbuh dalam sehari bisa mencapai 80-85 ton. Jumlah itu berasal dari sampah rumah tangga maupun sampah pasar Kota Payakumbuh. Dan sejak TPA Regional Sumbar di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, me­ngalami longsor akhir De­sember lalu, sehingga tonan sampah Kota Payakumbuh kini menumpuk di titik-titik pembuangan samah dipinggir jalan. (uus)