SOLSEL, METRO–Aktivitas tambang emas rakyat yang tidak memiliki izin alias ilegal di Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan (Solsel), kembali memakan korban. Pasalnya, dua orang penambang dilaporkan tertimbun longsor ketika bekerja mengambil tanah yang mengandung emas.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (1/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, satu penambang yang diketahui bernama Amri berusia 56 tahun yang merupakan warga setempat dilaporkan hilang. Sedangkan korban Ade Saputra berhasil selamat namun mengalami luka. Pascalongsor, warga langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban dan melaporkannya ke BPBD Solsel.
Sayangnya, pencarian pada hari itu belum membuahkan hasil, sehingga pencarian pun dilanjutkan pada Selasa (2/1). Bahkan, Kantor SAR Padang sudah mengirimkan personelnya ke lokasi berikut dengan peralatannya untuk membantu pencarian korban yang tertimbun longsor tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, korban juga belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya warga yang tertimbun tanah longsor pada Selasa (2/1) pukul 12.07 WIB dari keluarga korban. Pihaknya pun langsung menindaklanjuti laporan itu dengan mengerahkan lima orang personel ke lokasi.
“Berdasarkan keterangan keluarga korban, Amri tertimbun longsor saat mengambil tanah tanah mengandung emas (gerondong) di area tambang emas rakyat yang lokasinya sangat jauh dari permukiman masyarakat,” ungkap Abdul Malik kepada wartawan.
Dijelaskan Abdul Malik, setelah mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Padang kemudian melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan dan Unit Siaga SAR Solok Selatan. Tim dari Unit Siaga SAR Solok Selatan bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 12.24 WIB.
“Setibanya di lokasi kejadian, tim SAR melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok Selatan dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian korban. Pencarian dilakukan dengan menggunakan alat berat dan alat bantu lainnya,” sebutnya.
Lebih lanjut Abdul Malik menyampaikan, untuk kesiapan pencarian pihaknya telah mempersiapkan peralatan dan personel yang memadai untuk melakukan pencarian korban.
“Kami telah menyiapkan satu unit Rescue Carrier Vehicle, satu unit truk personel, tiga personil Tim Search and Rescue (SAR) Gunung, dua personil Tim SAR Komunikasi, dua personil Tim SAR Medis, dan dua personil Tim SAR Pendukung lainnya,” kata Abdul Malik.
Abdul Malik mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di daerah rawan longsor. Masyarakat juga diminta untuk tidak mengambil tanah gerondong di daerah rawan longsor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di daerah rawan longsor,” kata dia.
Terpisah, salah seorang warga, Edi Saputra membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, korban yang tertimbun tanah longsor dan saat ini sedang dalam pencarian tim SAR Gabungan bernama Ambri yang berusia 56 tahun.
“Beliau terkena longsor saat sedang mengarpet emas di tambang rakyat. Beliau warga Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tengah. Kami berharap korban segera ditemukan oleh Tim SAR gabungan,” kata Edi Saputra.
1 Hilang, 1 Selamat
Wali Nagari Pakan Rabaa Tengah, Jasman mengatakan bahwa lokasi longsor tersebut berada di seberang Sungai Batang Suliti yang berjarak tempuh sekitar 2 sampai 3,5 jam dengan cara jalan kaki.
“Ketika kejadian longsor, Amri berdua dengan Ade Saputra sedang berada di anak air bukit. Namun Ade bisa selamat dari musibah dan mengalami luka-luka. Amri dan Ade Saputra punya hubungan kekeluargaan, istrinya beradik-kakak.,” ujar Jasman.
Menutur Jasman, longsoran bukit tersebut cukup tinggi sekitar 15 meter dan panjang sekitar 100 meter. Lokasi longsor berada jauh dan tidak bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua, melainkan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. “Bukitnya ada sebelah timur atau kalau dari arah Padang sebelah kiri,” sebutnya. (brm)






