PADANG, METRO–Tiba di Kota Padang, jenazah Kopda Hendrianto, prajurit TNI dari Satuan Batalyon Infanteri 133/ Yudha Sakti Padang yang gugur akibat diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupatan Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya Papua, sempat disemayamkan di Makorem 032/Wirabraja, pada Rabu (27/12).
Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah Kopral II (Kopda) Hendrianto di Makorem 032/Wirabraja, dipimin Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah yang bertindak sebagai inspektur upacara (irup).
“Telah gugur salah seorang prajurit terbaik bangsa. Prajurit yang berjuang menjaga kedaulatan NKRI. Sehingga, selayaknya almarhum menjadi syahid. Mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah. InsyaAllah,” ucap Gubernur Mah/yeldi saat pelepasan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir di kampung halamannya, Kerinci, Provinsi Jambi.
Mewakili pemerintah dan masyarakat Sumbar, Gubernur Mahyeldi mengucapkan turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum, dan berdoa agar Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Mari kita lepas almarhum dengan ikhlas, serta dengan kekuatan iman. Wujud pengorbanan Kopda Hendrianto bagi bangsa dan Negara, sambung Gubernur, patut menjadi teladan dan contoh dalam mengabdikan diri bagi keutuhan NKRI. Saya mengajak seluruh masyarakat terus mendoakan para prajurit yang tengah berada di medan tugas, agar senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT,” katanya.
Setelah disemayamkan dan pelepasan jenazah, pemakaman Kopda Hendrianto diselenggarakan di Dusun Koto Dumo, Desa Larik Kemahan, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, Jambi, Rabu sore (27/12) , secara militer. Upacara pemakaman Kopda Hendrianto dipimpin langsung Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl.
Pantauan di lapangan, sebelum dimakamkan jenazah Kopda Hendrianto dishalatkan di Masjid Nurhasanah. Setelah itu sempat dibawa ke rumah duka dan terakhir dilakukan pemakaman secara kemiliteran. Ratusan warga Sungai Penuh memadati lokasi pemakaman Kopda Hendrianto. Ucapan dukacita pun memenuhi sepanjang area pemakaman prajurit TNI yang lebih setahun bertugas di Papua itu.
Isak tangis istri dan keluarga pun pecah mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya, terlebih saat peti jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat. Kopda Hendrianto mendapat kenaikan pangkat istimewa satu tingkat, menjadi Koptu Hendrianto, atas jasanya yang gugur dalam melaksanakan tugas Papua. (brm)






