SOLOK, METRO–Penyuluh Pertanian merupakan jabatan fungsional yang langsung turun ke lapangan berhadapan dengan masyarakat, khususnya petani. Kadang penyuluh harus melayani di luar jam kerja dalam semua kondisi lapangan termasuk cuaca, seperti pertemuan kelompok yang menyesuaikan dengan jam bekerja petani sehingga malam hari dilaksanakan.
Untuk menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan motivasi kerja, diadakan Temu Tugas Penyuluh yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zulkifli.
Peserta adalah penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, perwakilan tiap bidang dan UPTD di Dinas Pertanian Kota Solok. Salah satu tujuannya adalah memperkuat hubungan kerja lingkup Dinas Pertanian Kota Solok melalui kegiatan outbond.
Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zulkifli menilai kebahagiaan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup. “Tinggi jabatan dengan banyak penghasilan juga tidak menjamin seseorang menjadi bahagia,” ujar Zulkifli.
Dikatakan, narasumber kegiatan merupakan Praktisi Profesional Kegiatan Training yaitu Ridho Indrayani Aljundi dari Kota Padang Panjang. Nara sumber memandu beberapa kegiatan outbond yang bermakna di dunia kerja.
“Dalam permainan tupoksi kita diajarkan untuk tidak mengganggu kerja orang lain karena bisa menurunkan kinerja lembaga. Kita juga harus menerapkan lima sadar yaitu sadar diri, sadar posisi, sadar potensi, sadar kontribusi dan sadar kompetensi,” jelas Ridho.
Selain permainan tupoksi, Ridho juga memandu permainan outbond lain yaitu Three and Seven Boom, Bos Berkata, Pembentukan Kelompok, Polisi dan Bandar Narkoba, Aksara dan Angka dan True and False Intruction.
Peserta Temu Tugas mengikuti kegiatan dengan riang gembira, terkadang tawa lepas mengumandang tanpa menghilangkan makna dari permainan.
“Walaupun yang kalah akan dihukum dengan dilumuri bedak, namun tidak ada yang merasa jengkel atau marah. Demikianlah seharusnya di dalam dunia kerja pada suatu lembaga. Jika kita melaksanakan dengan riang gembira maka riak ketidaknyamanan akan dapat diminimalkan,” sebutnya. (vko)





