BERITA UTAMA

Jalan Sumbar-Riau Putus Total Diterjang Longsor, 1 Orang Tewas Tertimbun, Kendaraan Dialihkan via Kiliran Jao-Teluk Kuantan

0
×

Jalan Sumbar-Riau Putus Total Diterjang Longsor, 1 Orang Tewas Tertimbun, Kendaraan Dialihkan via Kiliran Jao-Teluk Kuantan

Sebarkan artikel ini
LONGSOR— Jalan penghubung Sumbar-Riau di Kecamatan Kecamatan Harau dan Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota diterjang longsor, banjir dan terban, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota menyebabkan longsor di puluhan titik di Kecamatan Harau hingga Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Dampaknya, jalan utama pengubung Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Riau tak bisa dilalui kendaraan alias putus total.

Setidaknya terdapat 30 titik longsor pada Selasa (26/12). Kemacetan ken­daraan mengular akibat tak bisa dilewati lantaran terban atau longsor di ruas jalan Sumbar-Riau. Apa­lagi, longsor terjadi berte­patan pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Na­ta­ru) sehingga jalan Sum­bar-Riau sedang ramai kendaraan.

Titik longsor terdapat di Ulu Air, Kecamatan Harau. Kemudian jalan terban dite­mukan di kelok 17 Ulu Air, Kecamatan Harau. Lalu, banjir sudah men­dekati 1 meter di ruas jalan Sumbar-Riau di Mangilang, Pang­kalan. Hingga berita ini diturunkan, lalu lintas dari kedua arah tak dapat dilalui.

Bahkan, kendaraan dari arah Sumbar menuju Pe­kan­baru, Riau harus berpu­tar balik mencari jalur al­ter­natif dari Lima Puluh Kota via Lintau-Kiliran Jao di Kabupaten Sijunjung.  Namun, sebagian pe­ngen­dera memilih bertahan un­tuk menunggu petugas ga­bungan selesai mem­ber­sihkan material longsor.

Salah seorang warga Lintau yang hendak me­nuju Pekanbaru, Riau de­ngan menggunakan motor, Yas (42), terpaksa harus kembali pulang setelah sampai di Ketinggian Lima Puluh Kota.

“Saya berangkat dari Lintau pagi, sesampainya di Ketinggian dapat kabar jalan longsor dan tidak bisa dilalui, dan juga banjir. Karena kobdisinya parah dan jumlah longsornya banyak, saya memilih un­tuk kembali pulang ke Lin­tau,” ucapnya.

Tidak hanya memtus­kan akses jalan, bencana longsor juga memakan kor­ban jiwa. Pasalnya, satu orang warga Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar, bernama Danu (40) me­ninggal dunia akibat tertim­bun longsor di Jorong Po­long Duo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan.

Baca Juga  Jusuf Kalla Sebut Ongkos Politik jadi Ketum Golkar Rp 500-600 Miliar

Saat itu korban berniat hendak  membersihkan ma­terial longsor, namun tidak berapa lama longsor susu­lan kembali terjadi dengan material tanah dan air hing­ga korban terbawa material longsor hingga ditemukan sudah mening­gal dunia.

“Memang ada satu orang warga Batusangkar, Danu (40) meninggal dunia akibat terbawa arus long­sor di Jorong Polong Duo, Nagari Koto Alam, Keca­matan Pangkalan. Dan kor­ban sudah dievakuasi,” sebut Kepala Pos Sar Lima Puluh Kota, Robi Saputra, Selasa (26/12).

Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Ricardo Con­drat Yusuf, saat meninjau lokasi longsor meminta kepada pengendara untuk me­mar­kir kenderaan ditempat yang aman agar tidak men­jadi korban longsor.

“Pengendara yang ber­ hen­ti dijalur Sumbar-Riau sambil menunggu pem­ber­­si­han material longsor kita ingatkan untuk tetap hati-hati un­tuk memarkir ken­daraan­nya dititik-titik yang aman, sehingga tidak men­jadi kor­ban longsor,” harap Kapolres.

Menurut AKBP Ricardo, berdasarkan pengamatan, kurang lebih ada 30 titik longsor di sepanjang ruas jalan Sumbar-Riau. Long­sor tersebut berupa material tanah ataupun dari pohon-pohon tumbang di sepanjang jalur lintas Su­matra Sumbar-Riau.

“Oleh karena itu, kami mengimbau para penguna jalan yang akan melintasi lintas Sumatra Pekanbaru-Padang, untuk sementara mengalihkan arus melalui Kiliran Jao, Sijunjung.  Kare­na di beberapa titik, seperti di Km 156 itu, setengah ruas jalan turun lebih ku­rang 1 meter dengan pan­jang 50 meter. Kemudian masih ada 12 titik longsor lagi yang belum diclear­kan,” ujar Ricardo.

Hingga pukul 18.00 WIB, hujan masih turun di Kelok 17 di Ulu Aia, Keca­matan Harau, sehingga alat berat yang melakukan evakuasi meterial longsor terpaksa harus berhenti. Dan banyaknya material longsor serta titik-titik long­sor membuat Jalan Sum­bar-Riau belum bisa dilalui kenderaan baik roda dua maupun empat.

Baca Juga  Tedampak Aksi Unjuk Rasa, Artefak hingga Buku Sejarah Hilang dari Museum Bagawanta Bhari Kediri

“Saat ini belum bisa dila­lui,  evakuasi material long­sor masih terkendala kare­na hujan masih turun. Dan titik longsor di bawah kuda putih lebih besar dengan tinggi material mencapai 2,5 meter dan panjang 40 meter. Sedang­kan banjir pang­kalan sudah mulai surut tapi masih geri­mis,” ungkap Kapolsek Pangkalan AKP Akno­polin­do, disela-sela evakuasi material longsor di Aia Putiah, kelok 17.

Kasat Lantas Polres Lima Puluh Kota Iptu A Riadi menyampaikan saat ini jalan Sumbar-Riau be­lum bisa dilalui kenderaan roda dua maupun empat. “Belum bisa. Karena alat berat ma­sih terus bekerja melakukan evakuasi material longsor,” ucapnya saat dihubungi.

Terpisah, Kepala Pelak­sana Badan Penanggu­la­ngan Bencana Daerah (BP­BD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol di Sarila­mak, mengatakan pihaknya telah berkoor­dinasi dengan berbagai pihak untuk mem­bersihkan material longsor sejak pagi.

“Tiga alat berat sudah diturunkan untuk mem­bersihkan material long­sor, namun hingga saat ini belum bisa dilewati karena longsor terjadi pada 30 titik,” ujarnya, Selasa.

Ia menyebut petugas gabungan masih terus ber­jibaku di lapangan untuk membersihkan material longsor hingga saat ini, tetapi belum bisa dipas­tikan jam berapa jalan ter­sebut bisa dilewati kembali.

“Kami menyarankan agar pengendara dari arah Padang menuju Pekanbaru dan sebaliknya untuk meng­gunakan jalan alternatif agar tidak terjebak kema­cetan. Untuk melakukan evakuasi material longsor dikerahkan empat unit alat berat,” tutupnya. (uus)