BALAIBARU, METRO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyambut baik usulan dari BNPB untuk menanam pohon di sepanjang pantai guna meminimalisir dampak tsunami. Namun DLH akan berkoordinasi dulu dengan BPBD tentang jenis pohon serta pengaturan jarak tanam ynag sesuai dan tepat untuk mitigasi.
“Usulan itu bagus, kita tentu menerima. Tapi tentu kita bahas dulu dengan BPBD tentang teknis penanaman,” sebut Plt DLH Kota Padang, Hermen Peri, Selasa (12/2).
Ia menyebutkan, saat ini penanaman pohon sudah dilakukan di sepanjang pantai. Namun belum merata. Ia meyakini, untuk bisa menjadi mitigasi bencana, tentu harus ada klasifikasi tentang jenis tanaman yang cocok serta jarak tanamnya. Sehingga pohon-pohon itu tumbuh dan bisa berguna untuk mitigasi bencana sekaligus menambah keindahan pantai.
“Nanti kita akan coba koordinasi dengan BPBD tentang ini,” tukas Hermen lagi.
Saat ini, terangnya, tanaman yang sering ditanam di sepanjang pantai adalah cemara laut, ketaping dan lainnya. Bisa saja ada jenis pohon yang lain yang bagus ditanam di pantai dan sekaligus berfungsi menghambat laju air jika tsunami datang.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita bahas,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan, penanaman pohon di tepi pantai bisa mengurangi amukan gelombang tsunami. “Pohon-pohon di tepi pantai ini bisa melindungi kita, melindungi anak cucu dan generasi kita mendatang dari dampak tsunami,” ujarnya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Padang.
Doni mengatakan, pohon cemara udang, yang bisa menahan gelombang tsunami. Sebab, akar cemara udang ini mencapai puluhan menter. Selain itu, Doni juga menyebut pohon bakau yang juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi resiko tsunami. Seperti pohon bakau di Donggala yang banyak menyalamatkan masyarakat dari tsunami. Begitu juga dengan pohon palaka. (tin)





