PADANG, METRO–Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Setidaknya pepatah ini pantas disematkan pada tiga warga yang terdampak musibah kebakaran di RT 05/RW II, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Jumat (15/12).
Feri Syahputra Marbun (53), Jasril (40) dan Yulinda Murni (35), merupakan tiga orang korban kebakaran yang terjadi Jumat (15/12) dini hari. Dalam kejadian yang menghanguskan dua unit rumah itu tak ada korban manusia. Hanya saja kerugian materi diperkiran Rp750 juta.
Namun rasa haru tak dapat ditepisnya oleh para korban pada saat Syamsul Rizal, Caleg DPRD Padang berasal dari PAN, Dapil Pauh-Lubukkilang mendatangi lokasi.
Kepada POSMETRO, Syamsul Rizal mengaku prihatin dengan musibah yang dialami para korban. Dalam kunjungan yang dilakukan, Syamsul Rizal memberikan sitawa sidingin pada korban untuk tetap tabah menerima musibah.
Sebagai manusia, kita selalu tabah dan tawakal menghadapi semua yang terjadi. Maut dan rezeki semuanya berada di tangan Allah SWT. Jika terjadi kata Allah SWT, maka terjadilah.
“Anggaplah musibah yang dialami ini sebuah bentuk kewaspadaan kita kedepan. Lebih mewas was diri. Bagaimana pun, setiap kita pasti akan mengalami musibah,” tutur Syamsul Rizal saat menyerahkan bantuan sembako pada korban.
Disebutkan Mayor (Inf) Purn Syamsul Rizal, bahwa kedekatan kita dengan masyarakat sangat penting sekali. Tidak sekali ini saja. Sebelum menjadi caleg dirinya sudah dikenal banyak masyarakat. Kepedulian terhadap kampung dan masyarakat kecil adalah prioritas utama yang tak bisa diganggu gugat.
“Saya berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat digunakan dengan sebaik baiknya. Jangan pandang nilainya, tapi padanglah ketulusan hati seseorang itu. Meski tak seberapa, namun manfaatnya banyak,” sebut Syamsul Rizal.
Feri Syahputra Marbun, didampingi dua korban lainnya mengaku berterimakasih kepada Syamsul Rizal yang datang ke lokasi.
“Kedatangan Caleg DPRD Padang dari PAN Dapil Pauh-Lubukkilangan ini menjadi sitawa sidingin bagi kami para korban. Terimakasih banyak Syamsul Ruzal,”akunya. (ped)






