BERITA UTAMA

Belasan Orang Keracunan Bubur Ayam, Mengalami Pusing, Muntah, dan Sesak Nafas, Semua Korban Dilarikan ke RS Unand

0
×

Belasan Orang Keracunan Bubur Ayam, Mengalami Pusing, Muntah, dan Sesak Nafas, Semua Korban Dilarikan ke RS Unand

Sebarkan artikel ini
KERACUNAN— Para korban keracunan makanan mendapatkan perawatan di RS Unand. Sementara, Polisi melakukan pemeriksaan terhadap gerobak bubur ayam.

PADANG, METRO–Belasan orang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Universitas Andalas (Unand) untuk mendapat perawatan gegara keracunan usai menyantap bubur ayam yang mangkal di depan Toko Acik Jaya, Jalan Dr M Hat­ta, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Ka­mis (14/12).

Seluruh korban yang diduga mengalami kera­cunan makanan itu menga­lami gejala yang sama. Para korban menderita ke­pala terasa pusing, perut mual, muntah-muntah, men­­cret dan sesak nafas. Usai men­dapatkan pera­watan, 10 orang sudah di­perbolehkan pulang, se­dang­kan tujuh orang lagi masih menjalani pera­watan lebih lanjut di RS Unand.

Kapolsek Pauh, AKP Nazirwan, membenarkan adanya belasan korban keracunan makanan. Me­nu­rutnya, semua korban keracunan makanan usai menyantap makanan be­rupa bubur ayam yang dijual oleh pedagang ber­inisial SH. Pedagang itu berjualan di pinggir jalan dengan gerobak.

“Setelah mendapat in­formasi adanya belasan warga yang keracunan makanan, kami langsung mendatangi RS Unand un­tuk melakukan penge­ce­kan. Ternyata benar, setiba di RS Unand ada belasan orang yang sedang men­dapatkan perawatan de­ngan gejala keracunan ma­kanan bubur ayam,” kata AKP Nazirwan kepada war­tawan.

Dijelaskan AKP Na­zir­wan, berdasarkan ketera­ngan dari pedagang bubur ayam tersebut, pada hari itu, ia berdagang mulai bu­ka jam 06.00 WIB dan tutup 10.12 WIB karena sudah habis. Selain itu, pedagang tersebut mema­sak bubur­nya di rumah dan setelah masak baru dibawa ke kedai sebanyak 250 porsi dan sudah habis se­muanya.

“Selain menjual bubur ayam, pemilik bubur ayam juga menjual gorengan seperti tahu dan tempe dan telur puyuh. Terkait adanya kasus keracunan ini, kami akan mengum­pulkan sam­pel-sampel dari bubur ayam, maupun gore­ngan yang dimakan para korban untuk dicek di la­bo­rato­rium,” jelas AKP Nazirwan.

AKP Nazirwan mene­gaskan, semua korban me­ngakui memang mengala­mi gejala kepala terasa pusing, perut terasa mual, muntah-muntah dan sesak napas setelah memakan bubur ayam yang dijual SH. Na­mun, belum diketahui secara pasti, zat apa yang mem­buat para korban ke­ra­cunan bu­bur ayam tersebut.

“Total korban keracu­nan bubur ayam ini ada 17 orang. Hasil pendataan dan pengecekan yang ka­mi la­ku­kan, sudah 10 orang di­per­bolehkan pulang alias ra­wat jalan. Sedangkan tu­juh orang lagi masih men­dapatkan perawatan dan belum diperbolehkan pu­lang,” ujar AKP Nazirwan.

Salah seorang ma­ha­siswa yang ditemui di peka­rangan RS Unand, Wanda dari Fakultas Teknik me­nyebut, dua orang teman­nya mengalami keracunan gegara menyantap sa­rapan bubur ayam dan saat ini tengah dirawat di IGD RS Unand.

“Teman saya yang pe­rempuan ini sempat sara­pan pagi tadi, lalu dia sem­pat muntah, sehingga pu­lang ke kos, dia mencret, ter­nyata ndak tahan lagi se­hingga dibawa ke IGD RS Unand sore hari, seka­rang masih dirawat,” kata Wanda.

Diakui wanda, untuk kondisi temannya hingga kini adannya masih lemas dan juga diare. Selain itu, teman Wanda lainnya yang juga berasal dari Fakultas Teknik juga me­ngalami hal yang sama.

Terpisah, Kepala Kan­tor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik Unand, Ernita Arif mem­benarkan pihak RS Unand tengah menangani bela­san pasien yang diduga mengalami keracunan ma­kanan.

|RS Unand mulai me­nerima pasien kasus ini sekitar pukul 12.30 WIB hingga 15.15 WIB. Pasien datang ke rumah sakit de­ngan keluhan mual, mun­tah, dan diare. Tim medis langsung memberikan pe­nanganan terhadap bela­san pasien tersebut,” kata Ernita Arif.

Namun, Ernita Arif be­lum bisa membeberkan lebih jauh soal kasus ini, terutama terkait kondisi korban dan penyebab kera­cunan. Tetapi pihak RS Unand bersama Dinas Ke­se­hatan, BPOM, dan Ke­polisian masih menye­lidi­kinya.

“Pihak RS Unand sen­diri menyatakan siap me­nampung masyarakat de­ngan masalah klinis yang ada. Yang jelas, pihak RS Unand sudah memberikan pelayanan tindakan pera­watan dan pengobatan ke pasien,” tutupnya. (brm)